ST. PETERSBURG - Seorang pria berusia 60-an tahun ditemukan dalam keadaan mabuk dan hampir mati beku di Sungai Moika di St. Petersburg, Rusia. Pria yang diidentifikasi sebagai seorang profesor dari universitas ternama kota itu membawa sebuah tas yang membuat polisi meluncurkan penyelidikan kriminal setelah melihatnya.
Menurut laporan media Rusia yang dilansir Sputnik, para penyelidik menemukan lengan wanita dan pistol di tas punggung milik pria yang kemudian diidentifikasi sebagai profesor terkenal dan ahli sejarah Prancis di sebuah universitas bergengsi di St. Petersburg, terutama mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masa Napoleon.
Tersangka diidentifikasi sebagai Oleg Sokolov, 63 tahun, seorang staf senior di Universitas Negeri Saint Petersburg (SPbU). Sokolov dilaporkan menikmati hubungan seksual dengan seorang mantan siswa perempuan berusia 24 tahun. Sokolov dilaporkan pernah menerima penghargaan Legion of Honor, bintang jasa tingkat tertinggi Prancis, untuk pekerjaan ilmiah dan publiknya.
Penyelidikan yang dikutip oleh media Rusia menyebutkan bahwa keduanya sebelumnya terlibat dalam berbagai proyek penelitian tentang era Napoleon sementara berpartisipasi dalam permainan peran (roleplay) sejarah termasuk pakaian otentik, dan pemeragaan kembali peristiwa-peristiwa tertentu dari era tersebut.
Berdasarkan klaim yang belum dikonfirmasi yang dilaporkan media, pada Kamis, Sokolov diduga membunuh kekasihnya, diduga didorong rasa cemburu. Sehari kemudian sang profesor berusaha untuk membuang mayat wanita muda itu dengan memutilasinya.
Menurut para penyelidik, Sokolov berusaha untuk mengubur kesedihannya atas pembunuhan itu dengan alkohol sementara berusaha menghapus jejak-jejak perbuatan jahatnya dengan gergaji besi. Polisi dilaporkan kemudian menemukan mayat itu di apartemennya yang berlumuran darah.