Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Manuver Ketum Nasdem Surya Paloh Menuai Banyak Pertanyaan

Fahreza Rizky , Jurnalis-Minggu, 10 November 2019 |09:36 WIB
Manuver Ketum Nasdem Surya Paloh Menuai Banyak Pertanyaan
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berpelukan erat dengan Presiden PKS Sohibul Iman. (Foto: Dok PKS)
A
A
A

JAKARTA – Beberapa waktu terakhir publik terentak dengan manuver politik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang bertemu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Manuver Paloh mulai dilakukan setelah pengumuman Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Jokowi Sindir Surya Paloh: Wajahnya Lebih Cerah Habis Bertemu Presiden PKS 

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan hubungan Nasdem dengan koalisi pemerintah dan Jokowi cukup baik. Tetapi, ia melihat hubungan Nasdem dengan PDIP relatif dinamis serta cenderung bergejolak.

Pertemuan petinggi Nasdem dan PKS. (Foto: Dok Okezone/Sarah Hutagaol)

"Jika ada partai yang bermanuver ngajak Gerindra ke koalisi Jokowi, kenapa Nasdem ketemu dengan PKS dipersoalkan, padahal Nasdem tak pernah ngajak PKS ke koalisi. Kira-kira itu pesan yang tersirat dari manuver Nasdem belakangan," ucap Adi saat berbincang dengan Okezone, Minggu (10/11/2019).

Baca juga: Surya Paloh Bertemu PKS, Jokowi: Mungkin dengan Saya Enggak Begitu Kangen 

Jika ditarik ke belakang, manuver politik Surya Paloh dengan sejumlah pihak non-Jokowi sudah terjadi cukup lama. Pada 24 Juli 2019, bos Media Group itu justru menjamu Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di saat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Seiring berjalannya waktu, Paloh mengunjungi Presiden PKS Sohibul Iman. Terkini, potret kedekatan Paloh dan Anies kembali terlihat tatkala Anies menghadiri Kongres Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat 8 November 2019 malam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement