Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pujian Jokowi Dinilai Bukan untuk Airlangga sebagai Menteri, tapi Ketum Golkar

Muhamad Rizky , Jurnalis-Senin, 11 November 2019 |14:01 WIB
Pujian Jokowi Dinilai Bukan untuk Airlangga sebagai Menteri, tapi Ketum Golkar
Presiden Jokowi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf memandang pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menyebut dirinya bersikap netral menjelang pemilihan Ketum Golkar adalah hal wajar.

Pemerintah, kata Asep Warlan, memang harus bersikap netral dalam proses demokrasi dalam Munas Golkar yangdigelar pada Desember 2019 di Jakarta.

“Kalau Pak Jokowi menyebut dirinya netral, saya kira normatif memang harus begitu. Bahkan jika dia menyatakan mendukung si A atau si B, menurut saya malah bisa menjadi problem internal bagi partai,” ungkap Asep Warlan, Senin (11/11/2019).

Jokowi di HUT ke-55 Golkar (Foto : Okezone.com)

Namun, dirinya melihat jika visi politik Jokowi saat ini adalah mendukung Airlangga Hartarto untuk kembali menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Kata dia, pidato Jokowi yang memberikan apresiasi tinggi untuk Airlangga sebagai salah satu bukti.

“Sebuah apresiasi itu muncul pasti atas dasar penilaian yang objektif, sebab jika subjektif bisa jadi boomerang bagi orang yang memberi apresiasi itu,” kata Asep Warlan.

Menurutnya, dalam memberikan apresiasi untuk Airlangga, tentu Jokowi memiliki ukuran, data, dan informasi yang mendasarinya. “Nah, pada saat Pak Jokowi memberikan apresiasi itu pastilah ada data yang akurat. Misalnya Pak Airlangga telah berhasil menjaga soliditas partai, menjaga konstituennya di Golkar dan memiliki peluang untuk dipilih kembali,” kata Asep Warlan.

Asep mengatakan, pujian yang disampaikan Jokowi pada HUT ke-55 Golkar bukan soal Airlangga sebagai menterinya, tetapi sebagai Ketum Golkar.

”Pertama selama Pak Airlangga memimpin, Golkar solid dan tidak bergejolak. Kedua Golkar sudah membuktikan diri mampu menjadi partai peraih suara banyak ketiga dan malah memiliki kursi terbanyak kedua di parlemen. Ini adalah prestasi bagi pak Airlangga, bukan hanya di mata Jokowi tapi juga partai Golkar,” ungkap Asep Warlan.

Baca Juga : Akbar Tandjung Yakin Pujian Jokowi Menguatkan Posisi Airlangga di Munas Golkar

Kata Asep, apa yang dilakukan Jokowi lantaran Airlangga berpotensi besar untuk terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

“Karena ketika dia tidak punya potensi untuk tidak dipilih lagi maka kesan publik, pimpinan dan anggota dewan itu kurang bisa didorong lagi. Nah pak Airlangga itu dalam posisi punya banyak dukungan dan keberhasilan sebagai ketua umum seperti menjaga soliditas internal partai dan bukti tak banyak konflik di dalam partai,” ujar Asep Warlan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement