Human Rights Watch mengatakan bahwa selama kampanye pemilu 2017, petugas polisi memukuli dan membunuh pendukung oposisi.
Insiden pemukulan mahasiswa itu terjadi pada Senin 11 November 2019 saat demonstrasi di Universitas Pertanian dan Teknologi Jomo Kenyatta, dekat Nairobi ibu kota Kenya.
Polisi telah dikerahkan di sana setelah para siswa mengadakan demonstrasi menentang meningkatnya rasa tidak aman.
Klip pemukulan ini telah dibagikan secara luas di Twitter, dengan orang-orang yang menggunakan tagar #StopPoliceBrutality.
"Kita harus mengutuk kebrutalan polisi terhadap para mahasiswa. Maksudku, demi Tuhan, ini hanya seorang siswa, bukan seorang teroris," twit Ispan Kimutai.
"Kita juga harus bertanya pada diri sendiri mengapa mahasiswa harus bertemu dengan kekuatan yang berlebihan setiap kali mereka protes," tulis Muthuri Kathure.