Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Golkar Partai Besar, Agung Laksono Ingin Munas Utamakan Musyawarah Mufakat

Muhamad Rizky , Jurnalis-Kamis, 14 November 2019 |21:00 WIB
Golkar Partai Besar, Agung Laksono Ingin Munas Utamakan Musyawarah Mufakat
Agung Laksono
A
A
A

JAKARTA - Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono menegaskan gelaran Munas pada Desember 2019 harus lebih baik, tidak hanya memilih ketua, tetapi mampu melahirkan gagasan-gagasan.

"Saya merasa gembira, karena sudah ada kesepakatan soal Munas, yakni tanggal 4-6 Desember di Jakarta. Menjadi tugas SC untuk sebaik-baiknya menyiapkan bahan-bahan materi, bukan hanya menyangkut kepengurusan tapi juga gagasan-gagasan Partai yang dapat digunakan untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia," ujar Agung dalam Rapimnas Golkar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

Agung Laksono (Foto : Okezone.com)

Terkait pengambilan keputusan, Agung mengajak seluruh kader partai berlambang pohon beringin initu untuk lebih utamakan musyawarah untuk mufakat. "Apalagi kita sebagai partai besar," imbuhnya.

Melalui Munas nanti, sambungnya, perlu kapitalisasi sebaik-baiknya dari sudah dimiliki Golkar hari ini dalam menyongsong momentum politik 2024 di mana tidak ada lagi petahana saat itu.

"Bahkan saat ini kita memiliki potensi dengan menduduki posisi-posisi strategis, menko, menteri, dan sebagainya, sehingga ini menjadi ajang Partai Golkar menunjukkan eksistensinya," kata Agung.

Selain itu, Agung mengatakan perlu mengoptimalkan kader-kader Golkar untuk mengisi pos-pos BUMN agar dapat mengabdi pada kepentingan bangsa dan negara. "Kita adalah keluarga besar, sudah tentu ada perbedaan-perbedaan. Tetapi apapun perbedaannya, semuanya harus menjalankan apa yang nantinya menjadi keputusan bersama," tuturnya.

Baca Juga : Akbar Tandjung Usul Golkar Terapkan Sistem Konvensi pada Pilpres 2024

Ia berharap, siapapun yang mengisi formatur terpilih dalam Munas, harus bersama-sama merangkul. Namun, hal tersebut bukan berarti lantas pengurus DPP akan "membengkak", tetap harus selektif.

"Kita harus prioritaskan kader-kader terbaik, tokoh-tokoh masyarakat, organisasi sayap, yg semuanya itu akan berperan sebagai vote getter," ujarnya.

Soal pengurus DPP yang akan datang, Agung berpesan agar bisa pikirkan tentang perbaikan AD/ART dengan membetuk tim khusus AD/ART yang bisa merumuskan tetang perbaikan yang lebih baik. Termasuk dengan meminta masukan-masukan dari daerah.

"Dalam pemilihan umum ke depan, kita hindarkan cara-cara yang bertentangan dengan nilai-nilai partai kita. Kita hindarkan politik uang. Kita jaga bersama marwah dan integritas partai kita," ujarnya.

Dalam kepengurusan ke depan, ia juga mengusulkan adanya pembentukan beberapa tim, di antanya : Pembinaan dan Pemantapan Ideologi Pancasila, dan Perubahan Sistem Pemilu. "Seperti kita tahu, pemilu yang lalu terlalu rumit dan banyak memakan korban, karena perlu dipikirkan perbaikannya," tandasnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement