JAKARTA - Polri menyatakan dari hasil pengembangan sementara aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan merupakan bentuk balas dendam kelompok terorisme Jamaah Ansharut Daulah (JAD) khususnya di wilayah Sumatera.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa, kelompok itu merasa geram lantaran Densus 88 sempat melakukan beberapa rangkaian penangkapan di wilayah Sumatera.
Baca Juga: JAD Sudah Siapkan Serangan Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

"Itu semua kelompok mereka berhasil di penegakan hukum oleh aparat Densus 88 dan aparat setempat. Mereka merasa terusik, mereka merasa terganggu, mereka akan lakukan balas dendam," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).
Dedi menyebut, dari keterangan terduga teroris, kelompok ini sudah merencanakan serangan teror kepada aparat kepolisian maupun kantor-kantor polisi.
"Hasil pemeriksaan sementara ini, mereka menyasar kantor polisi dan aparat kepolisian yang sedang melaksanakan tugas di lapangan. kenapa demikian? pasca kejadian bom di Medan baik Sibolga maupun penyerangan kantor di Mapolda Sumut," ujar Dedi.