nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Naik Mobil Travel, Karyawati Cantik Dipaksa Oral Seks oleh Sopir

Era Neizma Wedya, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 02:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 18 340 2131505 naik-mobil-travel-karyawati-cantik-dipaksa-oral-seks-oleh-sopir-8OhtrCSNtj.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

EMPAT LAWANG - Seorang wanita muda penumpang travel asal Bengkulu, mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari seorang sopir travel di Jalan Lingkar Belakang Rumah Makan Surya, Kelurahan Pagar Tengah, Pendopo Kabupaten Empat Lawang.

Korban mengaku dipaksa oral seks oleh sopir travel. Atas peristiwa tersebut korban melaporkan tindakan pelecehan seksual tersebut ke Polsek Pendopo, pada Minggu 17 November 2019.

Korban merupakan seorang karyawati swasta, sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya) warga Desa Datar Penokot Kecamatan Pagar Jati, Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.

Dia melaporkan ASP (32) warga Desa Tanjung Raman Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, dalam dugaan pelecehan seksual terhadap dirinya. Informasi yang berhasil dihimpun, dugaan pelecehan seksual tersebut bermula korban menumpang salah satu travel jurusan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, bersama sejumlah penumpang yang lain.

 Pemerkosaan

Saat tiba di wilayah Kecamatan Pendopo, korban tinggal sendiri bersama sopir, lantaran penumpang yang lain sudah turun atau sampai ke tujuannya. Saat melewati gang PLN di Jalan Jati Kelurahan Pendopo, sembari menyetir pelaku memegang-megang tubuh korban di bagian tangan, kepala, payudara dan puncaknya terduga memaksa korban melakukan oral seks. Karena merasa terancam, korban menuruti kemauan pelaku. Setelah merasa puas terduga langsung mengantar korban ke tempat tujuan.

Kapolsek Pendopo, Iptu Hariyanto membenarkan adanya laporan korban dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum sopir travel, tersebut. Baik korban maupun terlapor sebut Hariyanto saat ini masih dalam pemeriksaan.

"Kasusnya sedang kita dalami untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut," kata Hariyanto.

Sementara itu, paman korban, Budi mengatakan tidak terima atas perlakuan oknum sopir travel yang diduga telah mencabuli keponakannya itu. Pihak keluarga korban sebut Budi berharap bantuan Kantor Perlidungan Perempuan Kabupaten Empat Lawang, agar dapat mendampingi korban menuntut keadilan atas tidakan tidak senonoh yang dilakukan terduga.

"Kami pihak keluarga tidak ridho atas perlakuan oknum sopir travel itu. Karena itu, kami berharap ada tindakan hukum dan keadilan dari aparat hukum dan mohon kepada pihak Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Empat Lawang, dapat memberikan bantuan hukum kepada ponakan kami," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini