Gaji Minim tapi Bergaya Mewah
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai dengan gaji yang diterima anggota Polri dari negara, baik jajaran bawah maupun atas, seharusnya mereka tidak bisa hidup mewah.
"Sebab jika dilihat dari struktur penggajiannya masih banyak anggota Polri yang gajinya di bawah UMP (upah minimum provinsi) di Bekasi. Jika gajinya saja masih di bawah UMP, bagaimana para anggota polisi itu mau hidup mewah dan pamer kekayaan, terutama di medsos?" kata Neta kepada Okezone, Senin 18 November 2019.
Tetapi, lanjut dia, dengan gaji seminim itu kenyataannya banyak aparat kepolisian yang bergaya hidup mewah layaknya selebritas.
"Faktanya sangat banyak anggota Polri yang hidup mewah dengan gaya hidup bak selebritas, dengan menggunakan mobil, pakaian, sepatu, arloji bermerek. Dalam kasus bom di Thamrin misalnya, publik bisa melihat dengan jelas ada sejumlah polisi yang memakai sepatu merek branded saat tembak-menembak dengan teroris," ungkap Neta.

Ia menambahkan, hal-hal yang menjadi pertanyaan, apakah mereka bisa membeli sepatu bermerek itu, padahal gajinya di bawah UMP atau lebih rendah dari upah buruh pabrik?
Neta mengatakan, melihat kenyataan gaya hidup mewah sejumlah anggota Polri tersebut patut saja publik berpikiran negatif dan menduga hal-hal yang aneh terhadap anggota kepolisian.
"Dengan adanya TR (telegram) yang meminta semua anggota Polri harus hidup sederhana ini menunjukkan bahwa ada sebuah keresahan di internal kepolisian terhadap gaya hidup yang tidak wajar dari sebagian besar anggotanya. Selain itu, ada rasa malu yang berkembang di internal Polri terhadap sorotan dan kecaman masyarakat terhadap gaya hidup sebagai besar polisi di negeri ini," papar Neta.
Di sisi lain, ia berpandangan aturan tersebut suatu hal positif. Namun Neta menilai tidak cukup sampai di situ, pasalnya Propam harus berani pula mendata serta mengungkap siapa saja anggota Polri yang bergaya hidup hedonisme dan selalu memamerkan kekayaan.
Kemudian, tambah dia, ungkap juga anggota Polri yang memiliki kekayaan luar biasa hingga melebihi penghasilan. Sebab berdasarkan pantauan IPW, cukup banyak anggota Polri, terutama para istri jenderal, yang suka pamer kekayaan dengan barang bermerek dan supermahal.
"Pertanyaannya, jika TR hidup sederhana itu tidak dipatuhi, apa sanksinya? Beranikah TR itu menindak istri-istri jenderal yang kerap bergaya hidup glamor dengan barang-barang branded berharga supermahal," tutur Neta.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.