"Rekomendasi kedelapan, kami mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi harus bersendikan pada kepentingan dan kekuatan nasional. Karena itu, KAGAMA merekomendasikan agar Pemerintah bukan hanya fokus untuk memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi Indonesia di tengah persaingan global," ujar dia.
Sementara itu, kesembilan, dirinya menyarankan agar reformasi birokrasi bisa dipercepat, yang dilakukan secara sistimatis, komprehensif, dan berkelanjutan. Reformasi birokrasi seharusnya mencakup struktur kelembagaan maupaun kultur birokrasi.
"Kesepuluh, kami mendorong Pemerintah agar terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas program-program penanggulangan kemiskinan dan program perlindungan sosial. Sehingga, semua program-program tersebut betul-betul bisa menjangkau penerima manfaat baik di pedesaan maupun perkotaan," kata dia.
Lebih lanjut ia menuturkan, rekomendasi kesebelas, pihaknya mengusulkan agar pemerintah lebih aktif lagi dalam melakukan kampanye dan diplomasi internasional dalam rangka penyelamatan lingkungan dan melindungi keanekaragaman hayati. Lalu, kedua belas, pihaknya berpandangan bahwa perempuan adalah tiang negeri yang aktif terlibat dalam pembangunan bangsa.
"Rekomendasi ketigabelas, kami berpendapat diperlukan manajemen pengembangan bakat dan talenta di dalam negeri maupun diaspora yang tersebar di luar negeri, sehingga anak muda Indonesia mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang demi mendukung kemajuan bangsa," ujar dia.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.