nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Gabriel Bantah Adanya Desa Fiktif di Kabupaten Tambrauw Papua Barat

Chanry Andrew S, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 06:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 19 340 2131552 bupati-gabriel-bantah-adanya-desa-fiktif-di-kabupaten-tambrauw-papua-barat-Gx3kubIj71.jpg Kantor Bupati Tambrauw (foto: istimewa)

SORONG - Bupati Tambrauw, Gabriel Asem membantah adanya desa fiktif di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat. Ia juga memastikan tidak ada yang namanya kampung fiktif di wilayah Pemerintahan yang dipimpinnya itu.

Menurutnya, pemekaran kampung di Kabupaten Tambrauw, dilakukan dengan prosedur dan mekanisme yang berdasar pada Peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2014, tentang pelaksanaan Undang-undang nomor 6 tahun 2014, tentang desa.

"Mengenai usulan pemekaran, adalah aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada DPRD, kemudian disikapi berdasarkan hak inisiatif dewan dan diteruskan kepada kepala daerah, sehingga dapat diputuskan bersama melalui sidang paripurna dan ditetapkan menjadi peraturan daerah," jelas Gabriel dalam pesan singkatnya, Selasa (19/11/2019).

 Baca juga: Kemendagri Siapkan Surat Edaran Terkait Penataan Desa

Ia juga meminta agar kata fiktif yang diberitakan harus diperjelas seperti apa.

“Sebenarnya kata fiktif harus diperjelas, fiktif dalam hal apa? Karena 216 kampung di Kabupaten Tambrauw sudah terdaftar dalam Permendagri nomor 137 tahun 2017 tentang kode dan data wilayah administrasi pemerintah (kabupaten dan kota se-Provinsi Papua Barat),” ujar Gabriel.

Lebih lanjut, menurut Gabriel, masing-masing kampung, telah melaksanakan program dan kegiatan di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, menurut Gabriel, dinas terkait juga ikut mengawasi perihal realisasi dana desa.

"Karena realisasinya tidak tepat sasaran, maka pencairan dana desa tahap berikut akan ditahan," tuturnya.

 Baca juga: Hindari Desa Siluman, Mendagri Minta Kepala Daerah Lakukan Verifikasi Ulang

Terkait sedikitnya jumlah penduduk di satu wilayah kampung di kabupaten Tambrauw, Gabriel Asem tidak menampik hal tersebut.

"Soal sedikitnya jumlah penduduk, jumlah penduduk di masing-masing kampung memang masih sedikit, namun hal ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Tambrauw saja, melainkan hampir di semua kampung di Tanah Papua," ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, menurut Gabriel, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengawasi realisasi setiap kampung penerima dana desa, mulai dari pengecekan posisi dan tata letak perkampung, jumlah penduduk, hingga kelengkapan fasilitas di setiap kampung.

“Kami juga menyadari bahwa realisasi dana desa di Kabupaten Tambrauw belum sepenuhnya berjalan, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti minimnya kemampuan kepala kampung mengelola dana tersebut dan tingkat kesulitan lain di setiap kampung. Tak hanya itu, perlu juga diketahui, di Tambrauw ada sekitar 7 kampung yang hanya bisa dijangkau dengan helikopter atau jalan kaki saja," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini