JAKARTA - Hingga saat ini, posisi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) masih kosong. Berdasarkan informasi yang diperoleh, ada dua ganjalan yang membuat telegram rahasia (TR) terkait Kabareskrim Polri belum juga dikeluarkan, pertama faktor agama dan kedua, karena calonnya dianggap masih terlalu muda.
Sekjend Pergerakan Masyarakat Milenial (PMM), Mukhtar Ansori Attijani menuturkan, kekosongan posisi Kabareskrim Polri harus segera diisi, adapun siapa sosok yang layak untuk mengisi posisi tersebut tentunya dikembalikan kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz selaku pemegang hak preogratif dalam pengisian jabatan di kepolisian.
Baca Juga: IPW Prediksi 4 Nama Jenderal Polri Masuk Radar Jadi Kabareskrim
"Saya meyakini bahwa Kapolri pasti akan selektif dan objektif dalam memilih calon Kabareskrim, tentunya dengan melihat track record, serta pengalaman yang dimiliki oleh para Anggota Polri," tutur Mukhtar, Rabu (20/11/2019).
Dia menambahkan, pemilihan Kabareskrim harus mengedepankan semangat kebangsaan dan persatuan. "Kita menolak keras ketika ada faktor-faktor yang berkaitan dengan SARA (Suku Agama dan Ras)," tuturnya.
Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) memprediksi setidaknya ada empat Jenderal Polisi aktif yang digadang-gadang akan menempati posisi bergengsi di Polri tersebut.