Partai Gelora Bentuk Pengurus DPD 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat

CDB Yudistira, Okezone · Kamis 21 November 2019 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 21 525 2132518 partai-gelora-bentuk-pengurus-dpd-27-kabupaten-dan-kota-di-jawa-barat-DIAXpcnsY0.jpg Penyerahan SK pengurus Partai Gelora di Jawa Barat (Okezone.com/CDB)

BANDUNG – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) membentuk pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, untuk memperkuat basis politiknya hingga tingkat bawah. DPD tingkat II nantinya diharapkan bisa merekrut banyak kader.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Jawa Barat, Haris Yuliana sudah menyerahkan surat keputusan (SK) kepengurusan kepada

27 ketua DPD Gelora kabupaten dan kota di Jawa Barat, sebagai seremoni peresmian pembentukan pengurus daerah partai yang digagas Anis Matta dan Fahri Hamzah Cs tersebut.

"Dengan ini, kita minta setiap wilayah untuk membentuk pengurus sampai tingkat paling bawah," kata Haris saat menyerahkan SK ke ketua DPD Gelora se Jawa Barat di Bandung, Rabu (20/11/2019).

Baca juga: Mundur dari Demokrat, Deddy Mizwar Gabung ke Partai Gelora

Haris belum mengetahui pasti berapa jumlah anggota Partai Gelora yang sudah resmi terdaftar. Tapi, dia optimis jumlah kader partainya akan meningkat signifikan dengan terbentuknya pengurus di kabupaten dan kota.

Partai Gelora juga sudah mengagendakan meluncurkan aplikasi digital perekrutan kader. "16 Desember (2019) akan melaunching aplikasi keanggotaan. Jadi bisa mendaftar di mana juga," katanya.

Baca juga: Fahri Hamzah Harus Gaet Tokoh Kuat untuk Besarkan Partai Gelora

Haris mengakui jika banyak mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan banyak berlabuh ke Partai Gelora. "Mayoritas mantan PKS. Ada konflik ideologis yang terjadi dengan PKS, yang membuat ada ketidaknyamanan dan kegelisahan dari sebagian kader," katanya.

Haris yakin Partai Gelora akan dilirik banyak kalangan karena mengusung ideologi Islam nasionalis. "Partai Gelora bukan untuk segmen terbatas. Kita tidak mengenal kiri, tengah, kanan. Ini satu akronim baru dalam perpolitikan," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini