nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sapinya Bau, Petani Ini Harus Bayar Denda Rp124 Juta

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 07:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 27 18 2135224 sapinya-bau-petani-ini-harus-bayar-denda-rp124-juta-XZklFlFxOZ.jpg Ilustrasi. (Foto/Reuters)

CANTAL - Seorang petani Prancis harus membayar 8.000 Euro (sekira Rp124 juta) setelah tetangganya mengeluh bau yang bersumber dari kawanan sapinya.

Keluarga Nicolas Bardy, telah memelihara sapi ternak di Lacapelle-Viescamp di Cantal, di selatan-tengah Prancis, selama enam generasi.

Melansir The Guardian, Rabu (27/11/2019) ia dituduh menyimpan tumpukan jerami terlalu dekat dengan rumah tetangganya yang sudah pensiun. Tumpukan jerami itu menyebabkan bau yang sangat menyengat.

Dia juga menggunakan bangunan penyimpanan untuk sapinya. Akibatnya, bau yang dihasilkan semakin parah akibat kotoran sapi yang menumpuk.

Kasus terkait bau antara Bardy dan tetangganya ini sudah berlangsung selama 10 tahun.

Baca juga: Suara Kokok Terlalu Keras, Ayam di Prancis Dibawa ke Pengadilan

Baca juga: Kabur dari Rumah Jagal, Sapi Seberat 650 Kg Dapat Dukungan Warga

Sebelumnya, kasus yang melibatkan antara penduduk yang lahir di dan besar di wilayah mereka sangat jarang kalah di pengadilan Prancis oleh para pendatang.

Berbagai contoh kasusnya adalah Maurice si ayam jantan yang dituntut karena kokoknya terlalu berisik, sekawanan bebek dan angsa, jangkrik, hingga dan katak. Namun kesemua hewan tersebut menang di pengadilan.

Kasus terhadap Bardy naik ke pengadilan kasasi, pengadilan pidana dan perdata tertinggi di Prancis.

Dia mengatakan bahwa keputusan pengadilan yang mengharuskan dia membayar denda sebesar 6.000 Euro (sekira Rp93 juta) dan membayar 2.000 Euro (sekira Rp31 juta) untuk biaya pengadilan, “kebodohan tiada batas”.

Sementara putusan hakim mengakui bahwa “tidak biasa [menuntut] karena bau yang ditimbulkan oleh kegiatan pertanian”.

Namun hakim mengatakan bau yang dihasilkan oleh jerami yang ditumpuk di dekat rumah tetangga, dan penggunaan bangunan yang tidak sah untuk ternak serta menghasilkan tumpukan kotoran "hampir di bawah jendela dapur [tetangga] mereka" memang merepotkan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini