nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Sita Sabu 7 Kg dari Jaringan Sokobanah Sampang

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 13:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 27 519 2135011 polisi-sita-sabu-7-kg-dari-jaringan-sokobanah-sampang-oPpte5omCo.jpg Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi saat jumpa pers soal jaringan Sokobanah (foto: Okezone.com/Syaiful)

SURABAYA - Meskipun dilakukan penindakan beberapa kali oleh aparat kepolisian maupun BNN, namun jaringan Sokobanah masih aktif sampai sekarang. Ini terbukti ketika anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap 4 tersangka kasus peredaran narkoba.

Identitas keempat tersangka masing-masing berinisial MH (34) warga asal Aceh, AR (31) warga asal Aceh, MN (29) warga asal Pidi Jaya dan NRS (19) warga Sidoarjo. Dari tangan keempat tersangka polisi menyita sabu seberat 7,406 kilogram untuk dijadikan barang bukti.

Keempat tersangka ditembak pada betisnya oleh petugas karena berusaha kabur ketika hendak disergap. Polisi masih memburu lima orang lagi dalam jaringan peredaran narkoba tersebut. Ketiga pelaku ditangkap di sebuah hotel kawasan Sidoarjo, sedangkan satu tersangka ditangkap di daerah Surabaya.

Kapolresrabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho menjelaskan, sabu tersebut diduga berasal dari Malaysia yang dikirim ke Batam. Kemudian dikirim ke Jakarta lewat jalur laut. Selanjutnya dikirim ke Surabaya menggunakan kereta api.

"Lalu memakai jalur darat menuju hotel, dan akhirnya tiga pelaku ditangkap pada 19 November 2019. Rencananya sabu ini akan dikirim ke Sokobanah, Sampang. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dari anggota yang melakukan pengembangan," terang Sandi kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

 Jaringan Sokobanah

Dari ketiga tersangka, sambung Sandi, polisi mengamankan sabu seberat 7,228 kilogram. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan pada hari yang sama berhasil menangkap tersangka NRS dengan barang bukti sabu seberat 178 gram.

"Pak Kapolda pernah rilis pengungkapan jaringan Sokobanah, ternyata masih ada meski dilakukan penindakan beberapa kali. Sehingga dari hasil ini jaringan Sokobanah perlu diwaspadai dan diungkap supaya anak-anak tidak terkena narkoba," papar Sandi.

Menurut Sandi, para tersangka mengaku sebagai kurir. Mereka mendapatkan upah Rp50 juta setiap satu kilogram. Polisi terus mengembangkan kasus tersebut untuk menangkap pelaku yang lain. Para tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Adapun ancamannya paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara," tandas Sandi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini