JAKARTA – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera mengkritisi munculnya wacana tiga periode untuk jabatan presiden. Menurut Mardani, wacana tersebut menimbulkan otoritarianisme yang pernah terjadi pada masa Orde Baru.
Tak hanya itu, penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode dapat berdampak buruk bagi reformasi di Indonesia. Jika wacana tersebut benar-benar terjadi, Mardani menekankan, akan menjadi kemunduran bagi sistem demokrasi di Indonesia.
"Saya heran masih ada pihak-pihak yang menginginkan penambahan masa jabatan presiden. Saya pikir jelas usulan itu membahayakan bagi reformasi yang sedang berjalan. Masa mau nostalgia otoritarianisme Orde Baru lagi?" kata Mardani kepada Okezone, Kamis (28/11/2019).
Lebih lanjut Mardani menyebutkan, wacana penambahan masa jabatan untuk presiden sebenarnya tak hanya mencuat pada pemerintahan Jokowi. Kata Mardani, wacana tersebut pernah bergulir pada 2010.
"Dulu tahun 2010 sempat juga isu ini berkembang. Sekarang setelah presiden Jokowi terpilih kembali mulai kembali dikembangkan usulan serupa dan bahkan dipilih lagi oleh MPR. Jangan-jangan mau menciptakan 'despotisme' lagi," ujarnya.