JAKARTA - Ketua Umum DPP Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM-PAN), Ahmad Yohan mengatakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan sebaiknya konsisten dengan pernyataannya ketika mencalonkan diri sebagai ketua umum melawan Hatta Rajasa dulu.
Menurut dia, Zulkifli waktu maju melawan Hatta selalu menyampaikan bahwa ketua umum itu satu periode saja. Nah, kata dia, pemimpin itu harus konsisten dengan omongan dan tindakannya.
"Karena itu menyangkut tradisi dan masa depan partai, bukan soal siapa yang mau jadi ketua umum. Jangan sampai dulu kita teriak bahwa ketua umum satu periode, ketika kita berkuasa menghilangkan dan mengabaikan itu. Jadi kita tidak jujur dong," kata Yohan di Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).

Di samping itu, Yohan menjelaskan bahwa PAN mempunya tradisi kalau ketua umum tidak ada yang menjabat lebih dari satu periode. Bahkan, Amien Rais sebagai pendiri partai pun hanya sekali menjadi ketua umum.
"Kembali tradisi yang dilakukan oleh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais terkait proses regenerasi dalam kepemimpinan di partai tersebut," ujar Anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024 ini.
Padahal, kata dia, dulu Amien dukungannya sangat kuat dan banyak yang meminta supaya beliau kembali menjadi ketua umum sekali lagi alias dua periode. Tapi, beliau tidak mau dan menolaknya.
"Karena ingin bangun tradisi bahwa kita ini masih kecil, regenerasi itu penting kita lakukan," ujar Sekretaris Fraksi PAN di DPR RI ini.
Selain itu, Yohan mengatakan Amien juga sebagai tokoh reformasi yang dikritik waktu itu adalah soal kepemimpinan yang sangat lama yakni Presiden RI Soeharto.
"Kemudian membuat ada hegemoni yang kuat, absolutisme yang kuat, rezim yg otoriter. Itu karena kepemimpinan yang lama," jelas dia.
Oleh karena itu, Yohan kembali mengingatkan kepada Zulkifli agar instrospeksi diri. Sebab, banyak pernyataannya yang tidak konsisten ketika maju sebagai ketua umum melawan Hatta Rajasa.
"Secara moral, dulu ngomong satu periode saja tapi kenapa sekarang jadi boleh dua periode. Dulu waktu maju butuh Pak Amien, kenapa sekarang mesti ngomong bahwa ketua umum itu tidak perlu restu Pak Amien? Ini soal moral, fatsun, etika," katanya.
Baca Juga : Ketika KPK Soroti Munas Partai Politik
Dengan demikian, Yohan mengatakan tugas Barisan Muda Penegak Amanat Nasional adalah untuk mengingatkan dan menjaga hal seperti itu. Sebab, ini untuk menjaga tradisi kelangsungan BM PAN dan partai tentunya.
"Kita juga tidak menjegal Pak Zulkifli. Di PAN semangat demokrasi kuat sekali, kompetisi ada. Tapi, ada argumentasi dan pertimbangan moral sehingga menjadi penentu siapa yang kita pilih. Secara organisasi, kita akan tegak lurus tunggu perintah arahan pendiri partai Pak Amien Rais," tutup dia.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.