TANGERANG - Profesi guru dikenal dengan profesi dengan penghasilan minim. Namun, hal tersebut bukan lagi menjadi soal bagi guru di Kota Tangerang. Bahkan, guru honorer di kota yang disebut kota Benteng itu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Guru honorer kota Tangerang pun diklaim sejahtera.
Suci Lestari, guru di salah satu SMP swasta di Kota Tangerang menuturkan penghasilannya perbulan hanya 1 juta rupiah. Namun, pemerintah Kota Tangerang memberikan insentif kepada guru honorer di tingkat TK, SD, dan SMP yang turun tiga bulan sekali. Nominal tersebut memang belum setara dengan UMK Kota Tangerang, namun Suci mengungkapkan dibanding daerah lain kota Tangerang lebih memperhatikan nasib guru honorer.
"Kalau saya baru terima insentif dari pemkot. Nominalnya sekarang Rp 1,9 juta. Denger-denger sih tahun depan bakal naik, tapi gak tau juga" jelasnya.

Senada dengan Suci, Yenita salah satu guru TK di Tangerang mengatakan insentif guru diberikan kepada setiap guru honorer yang mengajar di Kota Tangerang dengan syarat masa aktif mengajar selama 1 tahun. Yenita juga mengungkapkan bahwa pemberian insentif tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2009.
"Gaji saya di TK tidak mencapai 1 juta. Kalau swasta kan masih digaji sama sekolah, tapi dari pemkot ada insentif tiap tiga bulan sekali. Nominalnya selalu naik tiap tahun. Awal saya dapat insentif itu dulu Rp 1,5 juta sekarang sudah hampir Rp 2 juta" ujarnya.
Selain Yenita, Syarifah salah satu guru honorer di salah satu SD negeri di Kota Tangerang juga menuturkan pencairan gaji dan insentif bagi guru honorer di kota Tangerang terbilang cepat. Syarifah mengungkapkan selama ini dirinya belum pernah terlambat menerima gaji dan juga insentif. Bahkan jika insentif guru turun di bulan yang berbarengan dengan libur hari raya ataupun liburan semester, biasanya akan turum diawal waktu sebelum libur tiba.