Wiriana memaklumi bahwa tidak mudah bagi masyarakat umum dan awam untuk mengetahui atau membedakan mana kabar bohong dan mana kabar yang benar. Akibatnya, melalui kabar bohong itu, tidak jarang masyarakat tanpa sadar terpapar paham radikal yang mengusung misi idiologi yang bertentangan dengan Pancasila sebagai idiologi dasar negara.
Akan semakin berbahaya bila masyarakat karena ketidaktahuannya turut meneruskan atau menyebarkankabar bohong itu. "Dengan sendirinya, tanpa disadari pula, masyarakat yang meneruskan kabar bohong bermotif idiologis itu telah turut serta menjadi agen penyebar paham radikal," jelas Wiriana.
Karena itu, Wiriana menegaskan, pentingnya pemerintah mengambil langkah-langkah tegas dan melakukan berbagai upaya deradikalisasi, antara lain dengan gerakcepat menutup semua ruang gerak penyebaran kabar bohong yang bermuatan idiologis.
"Sumber-sumber produksi kabar bohong bermuatan idiologis itu seharusnya bisa dideteksi sejak awal, dan kemudian dilakukan berbagai pendekatan untuk memberantasnya," ujarnya.
Sejalan dengan upaya pemberantasan kabar bohong bermuatan idiologi itu, Wiriana juga mengingatkan pentingnya mengintegrasikan program-program pembangunan berbasis masyarakat dengan isu toleransi dan perdamaian. Dalam hal ini program pembangunan harus melibatkan sebanyak mungkin masyarakat secara langsung tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial, ekonomi, politik, budaya, dan agamanya.
"Jadi setiap program pembangunan yang dilaksanakanpemerintah harus mengutamakan pula penanaman pemahaman isu-isu toleransi dan perdamaian di tengah-tengah masyarakat yang terlibat dalam pembangunan itu," kata Wiriana.
Selanjutnya, anggota Komisi VI DPR I Nyoman Partha yang juga hadir dalam acara itu mengatakan, bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya Indonesia negara kaya dan harus dirawat dengan persatuan.
“Betapa kaya nya kita. Saya ingat sekali sebagai salah satu pelaku, cita-cita reformasi bukan seperti ini yang kami pikirkan dulu. Sekarang muncul konflik horizontal, hoax, banyak cita-cita reformasi belum kesampean,” kata Partha.
“Di negeri yang kaya raya ini masih banyak yg stunting, beras impor mau dibuang dan hari ini mau dibuang dengan nilai milyaran. Jangan dibuang, bisa makanann ternak, seperti itu pengelolaan republik kita ini,” tandasnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.