Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kubu Bamsoet Ancam Gelar Munas Tandingan, Loyalis Airlangga: Jangan Halusinasi

Fahreza Rizky , Jurnalis-Minggu, 01 Desember 2019 |19:17 WIB
Kubu Bamsoet Ancam Gelar Munas Tandingan, Loyalis Airlangga: Jangan Halusinasi
Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)
A
A
A

JAKARTA – Loyalis Airlangga Hartarto yang juga Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily, menyebut kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) mencari-cari celah untuk mendelegitimasi Munas Partai Golkar melalui ancaman munas tandingan.

"Jangan cari-cari celah untuk mendelegitimasi Munas Partai Golkar tahun 2019. Lebih baik tawarkan konsepnya Bamsoet untuk bangsa ini dan kemajuan Partai Golkar kalau memang tetap ingin maju sebagai Caketum," kata Ace saat dihubungi Okezone, Minggu (1/12/2019).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini menegaskan, tidak mungkin DPD I dan II akan dengan mudah dimobilisasi oleh mereka untuk membuat Munas tandingan. Ia pun meminta kubu Bamsoet tidak berhalusinasi.

"Jangan berhalusinasi deh. Lebih baik kita sama-sama sambut Munas ini dengan penuh kegembiraan," ujarnya.

Ace menilai kubu Bamsoet tidak memiliki niat untuk menjadikan Munas Golkar saat ini sebagai ajang menyatukan diri dan menjaga soliditas. Walhasil, wajar saja jika mereka terus mewacanakan Munas tandingan.

Tim Penggalangan Opini dan Media (Tim 9) Bambang Soesatyo (Bamsoet) konpers soal Munas Golkar di Jakarta, Minggu (1/12/2019). (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)Tim Penggalangan Opini dan Media (Tim 9) Bambang Soesatyo (Bamsoet) konpers soal Munas Golkar di Jakarta, Minggu (1/12/2019). (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

"Kalau memang niat dari awal tidak memiliki keinginan untuk menjadikan Munas ini sebagai ajang untuk menyatukan diri dan menjaga soliditas, pasti di otaknya itu Munas tandingan," katanya.

Ace menegaskan penyelenggaraan Munas Golkar saat ini sudah sesuai ketentuan AD/ART. Ia heran dengan tuduhan yang dilontarkan kubu Bamsoet.

"Apa alasannya harus membuat Munas tandingan? Munas-nya saja baru akan digelar tanggal 3-7 Desember 2019. Materinya Munas telah diputuskan dalam Rapat Pleno, kok sdh dituduh melanggar AD/ART?" tuturnya.

"Kami pasti akan menyelenggarakan Munas secara demokartis dan terbuka dalam pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam AD/ART dimana calon Ketua Umum harus mendapatkan dukungan 30% dari pemegang suara. Ketentuan tersebut jelas tercantum dalam AD/ART," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement