
Ia melanjutkan, lagi pula di DKI Jakarta sudah diadakan rapat pleno dan hasilnya adalah dukungan bulat buat Airlangga. “Keputusan inilah yang kami bawa ke Munas. Jadi tidak sembarangan, tetapi terlembaga. Bukan orang, tapi organisasi. Itu esensinya,” ucap Rizal.
Rizal menjelaskan soal penunjukannya sebagai Plt Ketua Golkar DKI Jakarta. Menurutnya, persoalan jabatan Plt yang dinilai berkepanjangan harus melihat konteksnya.
“Saya ditunjuk menjadi Plt Ketua DKI pas saat kampanye Pemilu akan dimulai. Konsentrasi ke sana, bukan kompetisi internal. Setelah Pemilu, kami rapat pleno, dan diputuskan Musda DKI diadakan pada 2020. Jadi urutannya bagus, Munas dulu dan setelah itu Musda.”
Baca Juga : Desak Hentikan Intimidasi Pemilik Suara, Kubu Bamsoet Ancam Gelar Munas Tandingan