nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Festival Pengurbanan Hewan Terbesar di Dunia Bersiap Digelar di Nepal

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 16:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 03 18 2137437 festival-pengurbanan-hewan-terbesar-di-dunia-bersiap-digelar-di-nepal-GMIpm7lahe.jpg Festival pengurbanan hewan massal digelar di Desa Bariyapur setiap lima tahun sekali. (Foto: AFP)

BARIYARPUR - Ribuan umat Hindu berkumpul di Nepal selatan pada Senin, 2 Desember menjelang festival yang diyakini sebagai penyembelihan hewan ritual terbesar di dunia, meski telah ada perintah pengadilan dan seruan dari aktivis pecinta hewan untuk menghentikannya. Penyembelihan kurban, yang akan dimulai pada Selasa, berlangsung setiap lima tahun di Desa Bariyarpur dekat dengan perbatasan India, untuk menghormati kekuasaan dewi-dewi Hindu.

Diperkirakan 200.000 hewan mulai dari kambing hingga tikus dijagal dalam Festival Gadhimai terakhir pada 2014 dan persiapan untuk festival dua hari itu tahun ini sedang berlangsung pada Senin malam.

Kerbau-kerbau dikumpulkan ke dalam kandang ketika para jemaat tidur dan memasak di sepanjang jalan menuju kuil. Di antara mereka adalah Sabu Sahani, 25 tahun, yang bepergian bersama keluarganya selama sehari dari Bihar India dengan membawa persembahan kambing.

"Saya senang berada di sini. Sang dewi mendengarkan saya. Kami tidak memiliki anak, tetapi istri saya sekarang telah melahirkan seorang anak perempuan," kata Sahani kepada AFP.

Pedagang dan peziarah tanpa izin yang melintasi perbatasan antara India dan Nepal bertanggung jawab untuk memasok sebagian besar hewan, dengan banyak yang disita oleh petugas keamaan dan sukarelawan India pada saat penyeberangan.

Hewan seperti sapi, kambing, bahkan tikus dikurbankan dalam festival itu. (Foto: AFP)

Banyak yang berharap tradisi berusia berabad-abad itu akan berakhir setelah otoritas kuil mengumumkan larangan pada 2015 dan pengadilan tertinggi Nepal memerintahkan pemerintah untuk mencegah pertumpahan darah hewan-hewan itu setahun kemudian. Tetapi para aktivis hak-hak hewan mengatakan bahwa baik lembaga pemerintah maupun komite kuil telah gagal untuk mengimplementasikan putusan-putusan tersebut.

"Para pejabat telah membiarkan kepercayaan pribadi mereka mengatur di atas perintah pengadilan, mereka tidak melakukan cukup banyak untuk mencegah pembantaian," kata aktivis hak-hak binatang Manoj Gautam sebagaimana dilansir Channel News Asia, Selasa (3/12/2019).

Pendeta lokal Mangal Chaudhary, generasi ke-10 dari keluarganya yang melayani di kuil itu, tidak berkomentar apakah kuil itu mendukung pengorbanan massal tahun ini tetapi mengatakan bahwa jumlah yang hadir meningkat.

"Kami akan mengikuti tradisi kami dan melakukan ritual di kuil. Tetapi apa yang dilakukan para penyembah di luar adalah keinginan mereka sendiri," katanya.

Menurut legenda, pengorbanan pertama di Bariyarpur dilakukan beberapa abad yang lalu ketika dewi Hindu Gadhimai menampakkan diri kepada seorang tahanan dalam mimpi dan memintanya untuk membangun sebuah kuil untuknya. Saat tahanan itu terbangun, belenggunya telah terbuka dan dia bisa meninggalkan penjara dan membangun kuil, di mana dia mengorbankan hewan dengan rasa terima kasih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini