"Karena pucuk pimpinan partai pun ditimpa musibah hukum ketika itu Partai Golkar menjadi bulan-bulanan media terutama berita-berita negatif di media sosial sehingga citra dan elektabilitas Partai Golkar merosot cukup tajam," jelas Airlangga.

Dalam kondisi seperti itu, akhirnya Partai Golkar kembali menggelar Munaslub pada 2017 yang mengantarkan Airlangga menduduki pucuk pimpinan partai menggantikan Novanto.
"Dalam situasi krusial tersebut mengantarkan terjadinya Munas Luar Biasa tahun 2017 dan saya terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi. Ibarat kapal yang telah oleng dihantam badai besar, Golkar menemukan nakhoda untuk menyelamatkan kapal tersebut sehingga penumpang bisa selamat sampai tujuan," pungkas dia.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.