nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria di Toraja Ngaku Nabi Terakhir dan Sebarkan Ajaran Sesat

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 01:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 04 609 2137643 pria-di-toraja-ngaku-nabi-terakhir-dan-sebarkan-ajaran-sesat-fz8JX4o2Zl.jpg Lokasi pria di Tana Toraja mengaku nabi terakhir. (Foto: Ist)

MAKASSAR – Seorang pria bernama Paruru Daeng Tau diduga telah menyebarkan ajaran sesat di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Bahkan beberapa warga telah menjadi pengikut Paruru.

Baca juga: Aliran Sesat di Gowa, Alquran Direvisi hingga Jual Kartu Surga 

Ia mengaku sebagai nabi terakhir kepada warga di Dusun Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.

Setelah terdeteksi menyebarkan ajaran sesat, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tana Toraja bersama Kementerian Agama dan kepolisian langsung bertindak serta memanggil Paruru Daeng Tau.

Baca juga: Mengaku Telah Mati Tujuh Kali dan Bertemu Allah, Pria di Aceh Ditangkap Polisi 

Kepala Seksi Bimas MUI Kabupaten Tana Toraja, Tamrin, mengatakan sudah ada puluhan orang tercatat masuk ajaran sesat yang dianut Paruru Daeng Tau.

"Kami tidak tinggal diam agar ajaran sesat ini tidak berkembang kepada warga di Tana Toraja," kata Tamrin kepada wartawan, Selasa 3 Desember 2019.

Paruru diduga telah menyebarkan aliran sesat bahwa mengerjakan salat hanya wajib dua kali dalam sehari. Bahkan para pengikutnya juga diajarkan tentang tata cara salat yang tidak sesuai ajaran Islam.

Baca juga: Muncul Aliran Diduga Sesat di Papua, Tangan Membentuk Piramida saat Berdoa 

"Ajaran Paruru tidak menganjurkan zakat, puasa, dan kegiatan lain dalam agama Islam. Jadi ini adalah ajaran sesat, tidak boleh dibiarkan. Kami tanya kepada dia terkait ajarannya ini, dan dia bilang kalau salat hanya dua kali, bukan lima kali sehari," ungkap Tamrin.

Pria berambut gondrong itu pernah ditegur dan diperingatkan agar tidak menyebarkan ajaran sesat di Gowa dan Kota Makassar pada dua tahun lalu. Namun, dia kembali mengulangi dan menyebarkan ajaran sesatnya di Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.

Baca juga: Kisah Winardi Menjadi Imam Mahdi dan Bertaubat Setelah Bertemu MUI di Depok 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini