nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puluhan Pengikut Nabi Palsu di Toraja Diinsyafkan

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 09:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 04 609 2137689 puluhan-pengikut-nabi-palsu-di-toraja-diinsyafkan-v2PdueQL4a.JPG Beberapa pengikut pria mengaku nabi terakhir di Tana Toraja diinsyafkan (Foto: Okezone.com/Herman Amiruddin)

MAKASSAR - Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kepolisian dari Polres Tana Toraja menginsyafkan puluhan warga yang menjadi pengikut ajaran sesat dari pria yang mengaku nabi terakhir, Paruru Daeng Tau.

Paur Humas Polres Tana Toraja, Aiptu Erwin mengatakan, Paruru telah menyebarkan ajaran sesat kepada warga merupakan tetangga dan kerabatnya di Dusun Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

"Bahwa warga yang telah terpapar atau menjadi pengikut dari aliran sesat yang diajarkan oleh Paruru mencapai 50 orang," kata Erwin.

Jumlah pengikutnya meliputi delapan kepala keluarga (KK) dan telah banyak masyarakat terpapar paham atau aliran sesaat ini.

Baca juga: Pria di Toraja Ngaku Nabi Terakhir dan Sebarkan Ajaran Sesat

"Sehingga kami bersama dengan pemuka agama, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tana Toraja langsung bertindak dan mengarahkan para jamaah untuk kembali ke jalan yang benar atau sesuai dengan ajaran islam," jelasnya.

Saat ini, langkah-langkah yang dilakukan untuk menginsyafkan para warga ini telah berbuah hasil. Beredar kabar dan juga dari postingan media sosial, terlihat para warga telah melaksanakan Salat Jumat berjamaah beberapa waktu lalu.

"Sementara pengikutnya di Toraja itu, mereka sudah melaksanakan salat Jumat dengan monitoring dari Kemenag," tambahnya.

Baca juga: Muncul Aliran Diduga Sesat di Papua, Tangan Membentuk Piramida saat Berdoa

Untuk benar-benar memastikan warga ini telah insyaf, para pemuka agama dari Kemenag, MUI bersama polisi akan terus memantau dan memonitoring pergerakan dari warga tersebut. Selain itu, Kemenag dan MUI juga akan terus memberikan tausiyah serta pemahaman agama Islam lainnya, agar warga ini tidak kembali lagi ke aliran sesat Paruru.

"Langkah selanjutnya mereka akan diberikan tausiyah setiap Jumat," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini