nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FBI Anggap Penembakan di Pangkalan Angkatan Laut AS sebagai Serangan Teroris

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 09:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 09 18 2139555 fbi-anggap-penembakan-di-pangkalan-angkatan-laut-as-sebagai-serangan-teroris-4Te0HCKtMj.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON - Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) mengatakan bahwa pihaknya menyelidiki kasus serangan mematikan di pangkalan angkatan laut AS di Florida sebagai dugaan serangan teroris. Pada Jumat, pelaku warga Arab Saudi yang sedang berlatih di pangkalan angkatan laut Pensacola membunuh tiga pelaut AS sebelum dia ditembak mati.

Agen khusus Rachel Rojas mengatakan FBI sedang mencoba untuk menentukan apakah pelaku telah bertindak sendiri atau memiliki koneksi ke kelompok teroris. Dia mengatakan siswa Saudi lainnya telah diinterogasi tetapi tidak ditangkap. Mereka dilaporkan dikurung di pangkalan dan bekerja sama dengan penyelidik.

BACA JUGA: Anggota Militer Arab Saudi Tembaki Pangkalan Angkatan Laut AS, 3 Orang Tewas

Identitas para korban dalam serangan itu telah dipublikasikan sebagai Joshua Kaleb Watson, 23 tahun, Mohammed Sameh Haitham, 19 tahun, dan Cameron Scott Walters, 21 tahun. Delapan orang juga terluka dalam penembakan itu.

Dalam konferensi pers pada Minggu, Rojas hampir tidak memberikan rincian temuan investigasi sejauh ini. Namun, dia mengatakan bahwa pria bersenjata itu, Mohammed Alshamrani, 21 tahun, membeli senjatanya, sepucuk pistol 9mm, secara legal di AS.

Media AS, mengutip seorang pejabat anonim, telah melaporkan bahwa Alshamrani memutar video penembakan massal kepada orang lain pada jamuan makan malam di awal pekan lalu.

Mohammed Alshamrani. (Reuters)

Seorang pengguna Twitter yang tampaknya cocok dengan identitas Alshamrani juga membuat serangkaian posting anti-AS sebelum penembakan.

Pada konferensi pers terpisah pada Minggu, Gubernur Florida Ron DeSantis mengatakan pria bersenjata itu memiliki "jejak media sosial utama" dan menyerukan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat.

BACA JUGA: Penembakan di Pangkalan Angkatan Laut AS, Raja Salman: Pelaku Tidak Mewakili Rakyat Arab Saudi

"Orang ini adalah seseorang yang baru saja memiliki kebencian yang mendalam terhadap Amerika Serikat dan itu cukup jelas dari itu (jejak media sosial)," katanya sebagaimana dilansir BBC, Senin (9/12/2019). "Pandangan saya adalah bahwa ... bagi kita untuk membawa warga negara asing ini, Anda harus mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi negara."

Pascapenembakan itu, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz mengatakan kepada Presiden AS, Donald Trump bahwa pelaku penembakan tidak mewakili rakyat Arab Saudi. Dia juga memerintahkan dinas keamanan kerajaan untuk bekerja sama dengan otoritas AS untuk menyelidiki kasus penembakan itu.

Pangkalan Angkatan Laut Pensacola telah lama menawarkan pelatihan penerbangan kepada pasukan militer asing.

Pilot Saudi memulai pelatihan di sana pada 1995, bersama personel lain dari Italia, Singapura dan Jerman. Alshamrani adalah letnan dua di Angkatan Udara Saudi.

Menurut Kapten Kinsella Jnr ada sekira 200 siswa internasional terdaftar dalam program di sana. Sementara menurut laman resminya, pangkalan itu mempekerjakan lebih dari 16.000 anggota militer dan 7.400 personil sipil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini