Dokumen Rahasia Ungkap Rakyat AS Terus Dibohongi Tentang Konflik di Afghanistan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 12 Desember 2019 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 12 18 2140958 dokumen-rahasia-ungkap-rakyat-as-terus-dibohongi-tentang-konflik-di-afghanistan-cPTe9nzNVl.jpg Foto: Reuters.

Manipulasi statistik yang telah berlangsung lama itu dirinci dalam sebuah wawancara dengan seorang individu yang diidentifikasi hanya sebagai "pejabat senior Dewan Keamanan Nasional".

“Mustahil untuk membuat metrik yang baik. Kami mencoba menggunakan jumlah pasukan yang terlatih, tingkat kekerasan, kontrol wilayah dan tidak ada yang melukiskan gambaran yang akurat," kata pejabat itu dalam sebuah wawancara pada 2016. "Metrik selalu dimanipulasi selama masa perang."

Tentara AS dan NATO menyelidiki lokasi serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, 5 September 2019. (Foto: Reuters)

Dokumen-dokumen itu menggambarkan pandangan banyak orang tentang konflik dengan tujuan perang yang tidak jelas dan tidak dapat diraih di bawah tiga presiden AS, George W Bush, Barack Obama dan Donald Trump, yang keberhasilannya diduga berulang kali ditampilkan dalam kondisi yang dilebih-lebihkan.

BACA JUGA: AS Habiskan Rp86.210 Triliun dan Tewaskan 500 Ribu Orang Dalam Perang Pasca 9/11

Dalam salah satu penilaian Douglas Lute, seorang letnan jenderal yang menjabat sebagai pejabat perang Afghanistan Gedung Putih selama pemerintahan George W Bush dan Barack Obama, mengatakan dalam wawancara pada 2015: “Kami tidak memiliki pemahaman mendasar tentang Afghanistan - kami tidak tahu apa yang kami lakukan."

“Apa yang kita coba lakukan di sini? Kami tidak sama sekali tidak memiliki gagasan tentang apa yang kami lakukan,” tambahnya.

"Jika rakyat Amerika mengetahui besarnya disfungsi ini... 2.400 nyawa telah hilang."

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini