Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jawab Tudingan Media AS soal Uighur, PBNU Tegaskan Tak Bisa Didikte China

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Sabtu, 14 Desember 2019 |05:32 WIB
Jawab Tudingan Media AS soal Uighur, PBNU Tegaskan Tak Bisa Didikte China
Muslim Uighur. (Foto : BBC)
A
A
A

Ketua Harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas. (Okezone)

Dalam laporan WSJ, Beijing disebut membiayai puluhan tokoh seperti petinggi NU, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), akademisi, dan sejumlah wartawan Indonesia untuk berkunjung ke Xinjiang.

Hal itu, menurut laporan WSJ, terlihat dari perbedaan pendapat para tokoh senior NU dan Muhammadiyah soal dugaan persekusi Uighur sebelum dan setelah kunjungan ke Xinjiang.

"Saya juga menandaskan data yang diterima NU, bahwa kamp-kamp di Uighur itu merupakan kamp pelatihan vokasi untuk memberdayakan masyarakat Uighur," ujarnya.

"Kamp itu justru dibuat untuk menjauhkan mereka (warga Uighur) dari ekstrimisme dan radikalisme yang tercipta di Xinjiang. Tidak ingin warganya terpengaruh paham itu, China pun mengatasinya dengan melatih warga dengan skill di kamp vokasi tersebut," sambung Robikin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement