PURWAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jabar rutin menggelar workshop antiradikalisme ke berbagai daerah. Workshop tersebut bertujuan mencegah masuknya radikalisme ke SMA/SMK/SLB di Jabar.
Cabang Disdik Provinsi Jabar Wilayah IV (Kab. Purwakarta, Subang, dan Karawang) melangsungkan workshop antiradikalisme di Bale Sawala Yudistira, Kompleks Pemda Kab. Purwakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam arahannya, Uu mengatakan bahwa pendidikan menjadi indikator utama pembangunan. Dia juga menyatakan, generasi muda, khususnya pelajar Jabar, harus mempelajari ilmu duniawi dan ukhrawi secara bersamaan.
“Ilmu akhirat atau ukhrawi bersifat fardhu‘ain, artinya setiap orang yang beriman atau muslim wajib tahu apa peran ilmu ibadah,” kata Uu.
Dijelaskan Uu, belajar ilmu dunia untuk kemaslahatan umat, jangan untuk kemudaratan umat. Belajar ilmu agama tiada lain untuk mendapatkan rida Allah Ta'ala.
"Oleh karena itu, jangan ada pemikiran ‘saya belajar ilmu ukhrawi, saya yang paling benar, yang lain salah’. Ini yang menyebabkan seseorang memahami agama yang sepotong-sepotong, sehingga memiliki pemahaman yang akhirnya merasa diri benar yang lain salah,”ujarnya.