Banyaknya ular kobra yang mengintai permukiman warga, membuat banyak hal dibicarakan masyarakat. Termasuk dari sisi pengobatan yang menggunakan serum anti-bisa ular.
Sudah banyak informasi yang beredar di masyarakat mengenai kegunaan serum anti-bisa ular ini. Namun menurut pakarnya, sangat jarang informasinya disampaikan secara benar di masyarakat.
Pakar Ular Dokter Tri Maharani menjelaskan, serum anti-bisa ular ini hanya berguna untuk pengobatan kondisi sistemik akibat gigitan ular. Fase sistemik yang dimaksud yakni ketika orang sudah terkena dampak fatal, seperti kerusakan saraf, jantung, hingga kematian sistem jaringan dan otot.
"Serum kegunaanya tidak bisa untuk kekebalan karena itu bukan vaksin. Serum itu obat, jadi kalau orang digigit ular lalu mencapai fase sistemik butuh serum ini," ucap Dokter Tri Maharani saat dihubungi Okezone, Kamis (19/12/2019).

Di dunia, sebut dia, ada dua jenis serum anti-bisa ular yang umum digunakan, berupa polivalen dan monovalen. Tapi untuk di Indonesia serum ular yang tersedia hanyalah polivalen.