nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awal Mula Perkara Gubernur Sumut dan Bupati Tapteng

Erie Prasetyo, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 18:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 19 608 2143940 awal-mula-perkara-gubernur-sumut-dan-bupati-tapteng-BI1375dUNO.jpg Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi

MEDAN - Polemik soal Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang mengatakan banyak rakyat miskin di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan bupatinya tidak sayang kepada rakyat masih bergulir.

Ucapan Edy tersebut dikutip media massa dan banyak disebarkan di media sosial. Pro dan kontra pun mulai bermunculan di tengah masyarakat.

"Waktu saya mau jadi gubernur, dibawa saya sama relawan ke Tapanuli Tengah. Begitu saya masuk ke sana, orang miskin semua. Nggak jadi saya kampanye," kata Edy di Aula Raja Inal Siregar kantor Gubernur, Jl Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (17/12/2019).

Edy Rahmayadi

Edy juga menyebut rakyat Tapteng miskin karena sang bupati tidak sayang kepada rakyatnya.

"Akhirnya saya sekarang mau balik ke Tapanuli Tengah sana, eh bupatinya begitu. Tak cocok jadi bupati, gimana tak miskin rakyatnya? Tak ada sayangnya sama rakyat, kok ia jadi pemimpin?" tutur Edy.

Selain soal Tapteng, Edy juga membahas soal kondisi di Nias yang tidak jauh berbeda dengan Tapteng. Terkait ucapan Edy Rahmayadi tersebut, Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani memberikan tanggapan.

“Terkait Gubernur mengatakan rakyat Tapteng miskin semua. Saya juga rakyat Tapteng, tak seluruhnya miskin semua. Tetapi mungkin ini koreksi bagi diri kita, bagi pak Gubernur juga. Mungkin Gubernur lupa bahwa Tapteng itu bagian dari Sumatera Utara,” kata Bakhtiar.

Dia menambahkan, kalau memang masyarakat Tapteng miskin menurut Gubernur, carilah solusi bagaimana supaya sejahtera.

Menanggapi soal ucapan Edy yang mengatakan datang ke Tapteng dalam rangka kampanye Pilgub 2018, Bakhtiar mengatakan bahwa dirinya dilantik pada 22 Mei 2017.

Bupati Tapteng

“Beliau datang pada akhir 2017 atau awal 2018 (masa kampanye), artinya baru beberapa bulan saya menjabat sebagai Bupati Tapanuli Tengah. Saya berharap ucapan Gubernur bukan karena sentimen pribadi kepada saya,” ujarnya.

Polemik soal ‘rakyat miskin’ di Tapteng itu pun bergulir. Pengurus partai Nasdem berharap agar kedua belah pihak saling menahan diri terkait polemik itu.

Bakhtiar menjelaskan alasan kenapa dirinya perlu merespon pernyataan Gubernur Sumut. Menurutnya ada hal-hal yang sangat prinsip terkait martabat rakyat Tapteng yang diucapkan Edy.

"Sebenarnya saya tidak ada masalah pribadi dengan pak Gubernur. Saya sangat patuh dan hormat kepada pak Gubernur. Jika saya dimarahi dan ditegur terkait kinerja saya, pasti saya akan terima,” ucap Bakhtiar.

Bakhtiar menilai ucapan Gubernur Sumut soal kemiskinan di Tapteng tersebut menjatuhkan martabat rakyat Tapteng.

“Gubernur mengatakan rakyat Tapteng banyak yang miskin. Bilang saya tidak sayang rakyat. Jika yang diucapkan adalah menjatuhkan martabat rakyat Tapteng, saya harus repson. Kalau saya bukan bupati sekalipun pasti akan saya respon karena untuk membela martabat rakyat dan kampung halaman saya. Kalau soal persoalan pribadi dan kinerja pasti saya terima. Tapi kalau soal martabat rakyat, adalah hal yang sensitif dan prinsip bagi saya untuk memajukan rakyat Tapteng,” pungkas Bakhtiar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini