JAKARTA - Nawawi Pomolango mengawali karier sebagai hakim di PN Soasio Tidore, Halmahera Tengah pada tahun 1992. Kariernya sebagai hakim terus meningkat hingga akhirnya ditugaskan di PN Jakarta Pusat hingga menjadi ketua di PN Jakarta Timur.
Hingga akhirnya, Nawawi Pomolango dipercaya menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nawawi menjadi kandidat pertama yang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI.

Baca Juga: Alexander Marwata, Petahana Capim KPK yang Lama Berkarier di BPKP
Dalam kesempatan itu, Nawawi mengkritik sejumlah kinerja KPK yang dinilainya biasa-biasa saja. Oleh karenanya, dia mengaku penasaran kerja di KPK sebagai lembaga yang segal luar biasa, tapi hasilnya biasa saja.
"Saya greget, penasaran aja gitu. Di lembaga segala luar biasa, dukungan publik luar biasa, hanya prestasi kerjanya biasa-biasa aja, malah di luar kebiasaan," kata Nawawi di ruang Komisi III, Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu 11 September 2019.
Nawawi berjanji akan membangun segi pencegahan dan pemberantasan korupsi saat menjadi komisioner selanjutnya.
"Siapa tahu saya bisa bangun tujuan KPK yang diamanatkan dalam Pasal 5 UU Tipikor tujuan KPK untuk meningkatkan pencegahan dan pemberantasan korupsi," pungkasnya.
(Edi Hidayat)