Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bocah 12 Tahun Ini Mengidap 'Penyakit Drakula', Kulitnya Terbakar jika Terpapar Matahari

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Minggu, 22 Desember 2019 |07:06 WIB
Bocah 12 Tahun Ini Mengidap 'Penyakit Drakula', Kulitnya Terbakar jika Terpapar Matahari
Keluarga Xiao Luo menghabiskan sekira Rp2,9 juta per hari untuk perawatan. (Foto: Red Star News/Daily Mail)
A
A
A

PANZHIHUA - Seorang bocah lelaki di China memiliki kondisi darah langka yang disebut sebagai “penyakit Drakula” membuat kulitnya akan terbakar jika terkena paparan sinar matahari.

Remaja berusia 12 tahun itu, yang dikenal dengan nama samaran Xiao Luo, mengutip Daily Mail, Sabtu (21/12/2019) akan mengalami sakit akut, pembengkakan, dan luka bakar yang parah saat dia berada di bawah matahari.

Kondisinya memburuk pada tahun ini. Mulut, mata serta hidungnya mulai mengeluarkan darah.

Foto/Red Star News/Daily Mail

Xiao Luo dan keluarganya tinggal di kota Panzhihua di Sichuan. Ibunya, Tang Guiju, mengatakan kepada media lokal, Red Star News bahwa bocah itu mulai menunjukkan gejala pada usia dini, tetapi dokter mengira kondisinya disebabkan oleh penyakit kulit.

Foto/Red Star News/Daily Mail

Menurut laporan itu, kesehatan Xiao Luo memburuk pada Juni tahun ini. Murid kelas tujuh itu mulai menderita sakit perut parah dan mimisan terus menerus. Terkadang darah juga keluar dari mata dan mulutnya.

Dia terpaksa berhenti sekolah dan dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Ada Botol Sepanjang 17 Cm di Dalam Dubur Pria 60 Tahun Ini

Baca juga: Seorang Anak Dipaksa Ayahnya Mengemis Sebagai Hukuman Karena Tak Mengerjakan PR

Setelah tes genetik, bocah itu didiagnosis menderita Porphyrias, penyakit yang banyak disebut orang sebagai penyakit vampir.

“[Saya] telah melihat vampir di film. Ketika saya mendengar dokter memberi tahu saya [tentang kondisi anak saya], saya tidak bisa menerimanya. Dia tidak mengisap darah,” kata Tang, ibu Xiao Luo.

Foto/Red Star News/Daily Mail

Kondisi Xiao Luo dikatakan serius. Organ hatinya telah rusak dan ia memiliki infeksi paru-paru. Jumlah trombosit dan sel darah putihnya sangat rendah dan tingkat sel darah merahnya juga menurun.

Foto/Warner Bros

Anak itu juga telah menjalani beberapa transfusi darah sebagai pengobatan. Dia mengatakan kepada reporter Red Star News bahwa dia berharap segera pulih sehingga dapat kembali ke sekolah.

Tang mengatakan keluarganya telah menghabiskan sekitar 80.000 yuan (sekira Rp159 juta) untuk merawat Xiao Luo sejak Juni dan mengeluarkan biaya 1.500 yuan (sekira Rp2,9 juta) setiap hari untuk perawatan medis.

"Tapi aku tidak pernah berpikir untuk menyerah," katanya.

Tang berharap liputan media dapat memicu bantuan dari para ahli yang dapat memberikan saran medis tentang kondisi putranya.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement