nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erdogan Sebut Turki Tak Bisa Tekan Laju Gelombang Pengungsi Dampak Perang Suriah

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 17:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 23 18 2145184 erdogan-sebut-turki-tak-bisa-tekan-laju-gelombang-pengungsi-dampak-perang-suriah-rJlcMPmc6d.jpg Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto/Reuters)

ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memutuskan bahwa negaranya tidak bisa mencegah gelombang pengungsi baru dampak Perang Suriah.

Turki telah menampung sekitar 3,7 juta pengungsi Suriah, populasi pengungsi terbesar di dunia.

Hampir tiga juta orang tinggal di provinsi Idlib, wilayah besar terakhir di Suriah yang masih diduduki oleh pasukan pemberontak dan jihadis yang menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Saat menghadiri acara penghargaan di Istanbul pada Minggu 22 Desember, Erdogan mengatakan lebih dari 80.000 orang dari Idlib berkumpul ke wilayah dekat perbatasan Turki.

"Jika menentang warga. Idlib tidak berhenti, jumlah ini akan bertambah lebih banyak. Dalam kasus itu, Turki tidak akan menaikkan beban migran yang begitu berat," katanya menlansir BBC, Senin (23/12/2019).

"Dampak negatif tekanan yang kami rasakan akan menjadi masalah yang diterima semua negara Eropa, terutama Yunani," tambahnya.

Baca juga: Jerman: Perwira Intelijen Suriah Lakukan Kejahatan Kemanusiaan

Baca juga: Erdogan: Turki Bisa Tutup Pangkalan Incirlik untuk Hadapi Ancaman Sanksi AS

Foto/AFP

Erdogan mewanti-wanti bahwa krisis migran tahun 2015, di mana lebih dari satu juta orang mengungsi ke Eropa.

Ia mengatakan delegasi Turki siap berangkat ke Moskow pada untuk membicarakan masalah ini.

Gencatan senjata yang dinegosiasikan oleh Rusia dan Turki menentang sementara serangan pemerintah Suriah terhadap Idlib pada Agustus lalu. Namun tembak-tembak dan pengeboman masih terjadi hampir setiap hari.

Apa yang diinginkan Turki?

Turki ingin para pengungsi Suriah kembali ke "zona aman" di sebelah barat laut Suriah, yang direbut dari pasukan Kurdi pada Oktober lalu.

Erdogan meminta dukungan atas rencana itu, mengatakan alternatifnya ia meminta "membuka gerbang" bagi warga Suriah untuk masuk ke Eropa.

Serangan Turki di Suriah utara dikecam oleh komunitas internasional, dan rencana zona amannya tidak mendapat banyak dukungan dari sekutu.

"Kami meminta negara-negara Eropa untuk menghentikan pembantaian di Idlib, alih-alih memojokkan Turki atas langkahnya yang diambil sah di Suriah," kata Erdogan kepada pers, pada Kamis pekan lalu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini