BENGKULU – Keluarga korban bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang mendatangi Perusahaan Otobus (PO) Sriwijaya Exspress-Pratama di Jalan Bangka No 5 Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Selasa (24/12/2019).
Kedatangan keluarga korban bus yang masuk jurang di Jalan Lintas Pagar Alam-Lahat KM 9, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan tersebut, untuk mengetahui informasi kondisi anggota keluarga yang menumpang bus bernomor polisi BD 7031 AU tersebut.
Keluarga korban mulai berdatangan ke PO Sriwijaya, sejak pagi tadi. Kedatangan mereka ke kantor PO Sriwijaya diiringi isak tangis.
Salah satunya Dwi Susanti. Ia merupakan keluarga korban tragedi bus maut yang terjun ke jurang di liku Lematang Indah Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dipo Selatan, Kota Pagar Alam.
Dalam bus Sriwijaya itu, kata Dwi, ada dua keponakannya yang menjadi penumpang, yaitu Sonia dan Eki. Keduanya merupakan pelajar asal Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Mereka berdua, terang Dwi, ingin pulang ke Palembang untuk mengisi waktu libur sekolah. Dwi mengaku mendapatkan informasi kecelakaan tersebut dari media sosial Instagram.
''Saya tahu dari salah satu Instagram Muara Enim Terkini. Pagi tadi saya langsung ke PO. Sriwijaya,'' kata Dwi, ketika ditemui Okezone, Selasa (24/12/2109).
''Setelah dapat informasi, saya langsung menghubungi pihak keluarga di Muara Enim, Sumatera Selatan,'' ucapnya.
Saat ini, terang Dwi, anggota keluarga korban dari Mukomuko, dan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, telah berangkat ke Pagar Alam.
''Keluarga sudah berangkat ke Pagar Alam. Saya masih menunggu informasi terkini di sini (PO Sriwijaya). Namun, belum ada kejelasan,'' kata Dwi.