nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurir Narkoba Ditembak Mati Usai Bacok 2 Polisi

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 02 Januari 2020 14:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 02 519 2148521 kurir-narkoba-ditembak-mati-usai-bacok-2-polisi-18JdCQdJYA.jpg Ilustrasi

SURABAYA - Seorang kurir narkoba, Rizal Wahyu (29) warga Jalan Patemon Kuburan, Surabaya nekat membacok dua polisi dengan pisau saat diperiksa di daerah Jabon, Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

Akibatnya kedua polisi itu mengalami luka sabetan di bagian tangan. Ulah nekat tersangka narkoba ini harus dibayar mahal. Di mana polisi akhirnya melepaskan tembakan pada tersangka. Rizal tewas saat perjalanan menuju rumah sakit.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 1,5 kilogram dan 950 butir ineks. Polisi juga menyita pisau yang dipakai tersangka untuk menyerang petugas.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, menjelaskan terungkapnya kasus ini hasil pengembangan dari pengungkapan ratusan pil happy five akhir tahun 2019, yang rencananya akan dipakai untuk pesta malam tahun baru. Setelah dilakukan pendalaman, rupanya masih ada jaringannya yang akan bertransaksi di surabaya.

Polda Jatim

"Rencana transaksi itu berhasil digagal dengan menangkap tersangka RW. Setelah digeledah di tempat kosnya ditemukan sabu seberat setengah ons dan 50 butir ineks," terang Sandi, Kamis (2/1/2020).

Kemudian petugas mendesak pada tersangka untuk menunjukkan barang bukti yang lain. Lalu tersangka bersama polisi menuju daerah Jabon. Sesampai di lokasi, tersangka mengeluarkan pisau dan menyerang petugas.

Akibatnya, dua anggota polisi terluka. Akhirnya polisi menembak tersangka dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Sebenarnya, polisi tidak mau menembak tersangka kejahatan termasuk narkoba.

"Namun karena tersangka melawan dan melukai anggota, akhirnya dilakukan tindakan tegas terarah dan terikur. Total BB yang diamankan 1,5 kg sabu dan 950 butir ineks. Untuk para anggota, kewaspadaan harus ditingkatkan. Saya tidak ingin ada anggota kami yang jadi korban selanjutnya," tandas Sandi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini