nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko PMK Jamin Kebutuhan Dasar Korban Banjir Bandang Lebak Terpenuhi

Rasyid Ridho , Jurnalis · Sabtu 04 Januari 2020 13:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 04 340 2149215 menko-pmk-jamin-kebutuhan-dasar-korban-banjir-bandang-lebak-terpenuhi-GGlgCrgmIb.jpg Menko PMK Muhadjir Effendy Saat Meninjau Korban Banjir di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten (foto: Sindonews/Rasyid Ridho)

LEBAK - Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di dampingi Kepala BNPB Letjen Doni Monardo meninjau lokasi dan posko pengungsian korban banjir bandang di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten.

Usai meninjau pengungsian di Gedung Serba Guna Kecamatan Lebak Gedong, Lebak, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, banyak hal yang harus segera diselesaikan pasca-banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di Lebak. Pelayanan dasar untuk para korban yang menjadi perhatian utama yang harus dilakukan.

Baca Juga: Khawatir Banjir Bandang Susulan, Kampung di Lebak Banten Dikosongkan 

"Pertama, harus dipastikan para korban mendapatkan pelayanan dasar masalah kesehatan, keperluan sehari-hari. Penampungan yang layak, dan jaminan anak-anak harus belajar dalam kondisi apapun," kata Muhadjir kepada wartawan, Sabtu (4/1/2020).

Menko PMK Muhadjir Effendy Tinjau Korban Banjir di  Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten (foto: Sindonew/Rasyid Ridho) 

Muhadjir juga akan meminta bantuan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk membuka akses jalan yang terputus akibat jembatan dan jalan yang rusak.

"Infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak kita akan pikirkan lebih strategis, pemukiman, akses, kepala BNPB akan minta bantuan Panglima TNI, membangun jembatan sementara," ujar Muhadjir.

Baca Juga: Akibat Banjir Bandang Lebak, 7 Orang Ditemukan Tewas dan 1 Hilang 

Untuk sekolah yang rusak, pemerintah akan membangun gedung sementara sambil menunggu pembangunan gedung sekolah baru usai. Pembangunan gedung baru itu ditargetkan selesai tiga tahun.

"Kemudian saya minta cari alternatif lahan membangun sekolah darurat. Sementara ada desain kementerian PU, walaupun sementara tapi bisa digunakan hingga tiga tahun, ada satu SD dan satu SMP yang hilang," kata dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini