"Untuk kapal-kapal di atas 30 gross ton (GT) kita kan memakai BBM industri. Sedangkan biaya yang kita butuhkan untuk melaut ke Natuna itu tidak sedikit. Termasuk paling besar adalah biaya operasional terkait dengan harga BBM itu," jelasnya.
"Dulu itu ketika tidak ada pencabutan harga BBM untuk subsidi kita mampu ke sana dan banyak. Tapi, ketika BBM subsidi sudah dicabut dibatasi hanya untuk (kapal) 30 GT ke bawah, dan yang untuk 39 GT ke atas kita memakai BBM industri, otomatis itu menambah biaya operasional yang ada. Padahal kita sifatnya adalah mencari ikan yang belum tentu kita dapat hasil ikannya," sambung dia.
Biasanya, lanjut Riswanto, nelayan akan melaut selama dua hingga tiga bulan. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp500 juta. Karena itu, nelayan berharap pemerintah memberi subsidi BBM untuk memangkas mahalnya biaya operasional. Apalagi, nelayan yang dimobilisasi ke Natuna tak hanya melaut saja, tapi juga menjaga kedaulatan negara.
"Ya harapannya seperti itu. Tadi kan saya sampaikan di forum. Harapannya kalau memang kita mau ke sana, sekadar masukkan dan saran ada harga khusus BBM untuk nelayan," ucap Riswanto.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.