nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Reynhard Sinaga Kirim Pesan ke Teman Usai Perkosa Seorang Pria

Selasa 07 Januari 2020 14:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 07 18 2150201 reynhard-sinaga-kirim-pesan-ke-teman-usai-perkosa-seorang-pria-6fiSpiHDjP.jpg Reynhard Sinaga menggunakan obat GHB untuk membius para korban. (Foto/Facebook)

MANCHESTER – Reynhard Sinaga (36) terungkap memberi tahu sejumlah temannya yang tak curiga terkait tentang aksinya memperkosa sejumlah pria karena dia mengatakan hubungan seks itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

Melansir BBC, Selasa (7/1/2020) dalam satu pesan teks tentang korban pertama yang memberikan kesaksian di pengadilan, Reynhard sempat memamerkan apa yang terjadi pada malam tahun baru 2014.

"Saya tidak dapat ciuman tahun baru, tapi saya sudah melakukan hubungan seks pertama tahun 2015," tulisnya dan menambahkan pria yang dimaksud "adalah pria heteroseksual pada 2014, dan 2015 adalah terobosan dalam dunia gay, hahaha."

Dalam percakapan teks lain ia sempat membual tentang kemahirannya menggaet pria "heteroseksual" dan menulis," Teguk racun rahasiaku, saya akan membuatmu jatuh cinta."

Reynhard membius korban dengan mencampur gamma hydroxybutyrate (GHB) ke dalam minuman alkohol, karena kondisi korban yang tidak bereaksi sama sekali saat diperkosa.

Sasaran Reynhard adalah pria muda sebagian besar berusia 20 tahunan yang pada umumnya tengah berkumpul dan minum-minum bersama rekan-rekan mereka di klub-klub malam.

Reynhard tinggal di apartemen di pusat kota Manchester sejak 2011, area tempat dia mencari sasarannya secara rutin, malam demi malam, mulai Januari 2015 sampai tertangkap pada 2 Juni 2017.

Dalam satu kasus, Reynhard hanya memerlukan 60 detik untuk mendapatkan taregtnya.

Sejak awal persidangan, Reynhard menyanggah ia memperkosa mereka dan mengatakan hubungan itu dilakukan atas dasar suka sama suka, walaupun bukti di pengadilan menunjukkan para korban yang diperkosa tidak sadar.

Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup dengan masa hukuman minimal 30 tahun berada di penjara oleh Pengadilan Manchester, Inggris pada Senin 6 Januari 2020.

Ia terbukti melakukan 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 orang pria, selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017. 45 korban adalah heteroseksual dan 3 lainnya gay.

Di antara 159 kasus tersebut terdapat 136 kasus perkosaan, di mana sejumlah korban diperkosa berkali-kali.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini