NAMA Reynhard Sinaga mendadak viral di Indonesia setelah dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris karena terbukti dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria.
Kasus itu terjadi selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017. Kasus yang dilakukan Reynhard menjadi kasus pemerkosaan terbesar di Inggris hingga menjadi pusat perhatian dunia.
Di antara 159 kasus tersebut terdapat 136 perkosaan, di mana sejumlah korban diperkosa berkali-kali.
Kepolisian Manchester Raya mengatakan jumlah korban dapat mencapai 190 orang, termasuk 48 orang yang kasusnya telah diadili.
Usut punya usut, pria kelahiran Jambi itu terdata sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di kawasan hunian mewah di Depok, Jawa Barat. Namun, sudah 4 tahun tinggal, keluarga Ryenhard jarang bertemu warga.
"Sudah 4 tahun tinggal di situ. Saya enggak kenal sama anak-anaknya secara dekat. Saya ketemu orangtuanya terakhir waktu pilpres di TPS (tempat pemungutan suara). Ya ngobrol-ngobrol saja waktu itu. Saya belum pernah bertemu dengan Reynhard selama keluarganya pindah ke sini," kata Ketua RT setempat, Abraham Jonatan kepada wartawan, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga: Korban Pemerkosaan Sebut Reynhard Sinaga Bersahabat, Hakim Bilang Predator Seksual Setan
Kasus pemerkosaan terbesar di Inggris itu menyeret nama kota Depok tempat tinggal Reynhard hingga ke belahan dunia. Wali Kota Depok Mohammad Idris pun angkat bicara.
"Sangat miris dan menyayangkan kejadian asusila dan sosial kewarganegaraan. Dalam konteks hukum positif global kami serahkan kepada yang berwajib," jelas Idris.
Diketahui Reynhard datang ke Inggris dengan visa mahasiswa pada 2007 dan memperoleh tiga gelar magister di Manchester dan tengah mengambil gelar doktor dari Universitas Leeds tapi tetap tinggal di Manchester.
Dia tinggal di Manchester sejak 2011. Namun, belum diketahui di mana Reynhard rentang 2007-2011.