nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Pemerkosaan Sebut Reynhard Sinaga Bersahabat, Hakim Bilang Predator Seksual Setan

Selasa 07 Januari 2020 17:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 07 18 2150282 korban-pemerkosaan-sebut-reynhard-sinaga-bersahabat-hakim-bilang-predator-seksual-setan-zSHwIv1vko.jpg Kepolisian Manchester menyebut korban pemerkosaan Reynhard Sinaga mencapai 190 pria. (Foto/Facebook)

MANCHESTER - Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris dalam 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria, selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Di antara 159 kasus tersebut terdapat 136 perkosaan, di mana sejumlah korban diperkosa berkali-kali.

Kepolisian Manchester Raya mengatakan jumlah korban dapat mencapai 190 orang, termasuk 48 orang yang kasusnya telah diadili.

Persidangan berlangsung dalam empat tahap, mulai Juni 2018 dan tiga tahap pada 2019, namun Pengadilan Manchester baru mengizinkan pemberitaan setelah hukuman dijatuhkan untuk sidang tahap tiga dan empat pada Senin 6 Desember 2020.

Reynhard mendapatkan gelar sarjananya pada 2006 dari jurusan arsitektur di salah satu universitas ternama di Indonesia dalam waktu empat tahun.

Baca juga: Reynhard Sinaga Kirim Pesan ke Teman Usai Perkosa Seorang Pria

Baca juga: Kesaksian Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga, Tidak Sadarkan Diri Usai Tenggak Miras

Salah satu teman kuliah, yang tidak mau namanya disebutkan, menuturkan Reynhard adalah sosok yang menyenangkan dan mampu menceriakan suasana di sela-sela tumpukan tugas. Reynhard juga, katanya, merupakah seorang yang pintar dan enak diajak bekerja sama.

"Saya mengenal Rey (panggilan teman kuliah kepada Reynhard) sebagai orang yang supel, ramah, mudah bergaul, menyenangkan untuk diajak bekerja sama misalkan dalam kelompok," katanya mengutip BBC News Indonesia.

Foto/Facebook

Ia juga mengatakan hingga kini masih terngiang-ngiang akan tawa Reynhard yang begitu berkesan, walaupun mereka jarang berinteraksi usai Reynhard melanjutkan studi di Inggris pada 2007.

"Ketawanya sih yang paling saya ingat betul. Bahkan sampai sekarang saya sudah lama tidak bertemu tapi saya ingat betul gimana ekspresi dia pada saat ketawa bercanda, saya ingat," katanya.

Temannya kembali melanjutkan, Reynhard selalu berpenampilan rapi dan bersih. Reynhard juga, lanjutnya, merupakan orang yang bergaul dengan siapa saja dan tidak pernah memilih-milih teman.

Tampak bersahabat

Reynhard yang datang ke Inggris dengan visa mahasiswa pada 2007 dan memperoleh tiga gelar magister di Manchester dan tengah mengambil gelar doktor dari Universitas Leeds tapi tetap tinggal di Manchester. Dia tinggal di Manchester sejak 2011. Belum diketahui di mana Reynhard rentang 2007-2011.

Foto/Facebook

Reynhard Sinaga ditangkap pada 2 Juni 2017 saat seorang korban yang merupakan pemain rugby terbangun, dan langsung memukulnya. korban kemudian menelepon polisi.

Korban ini menggambarkan Reynhard "seseorang yang tampaknya bersahabat dan tak ada yang perlu dikhawatirkan dari perilakunya.

Ia juga ingat Reynhard memberinya "cairan minuman berwarna merah" dan "minuman tak berwarna". Setelah itu, katanya, ia tak ingat sama sekali. Beberapa jam kemudian, ia terbangun ketika Reynhard menidurinya.

Korban pertama Reynhar yang saat kejadian berusia 19 tahun tersebut mengatakan ia pergi minum-minum dengan rekan-rekan dan pacarnya pada Sabtu malam, 24 Januari 2015.

Saat ditanya apakah dia dalam keadaan mabuk, pria itu mengatakan dalam kondisi cukup mabuk.

Ia bersama pacar dan teman-temannya berada di satu klab malam dan keluar dari klab karena bertengkar dengan sang pacar.

"Saya ingat dia mengajak saya ke tempatnya," kata pria itu dan menambahkan Reynhard "tampak baik" sehingga ia bersedia diajak.

Foto/Facebook

Sejumlah korban yang menjadi saksi persidangan Reynhard mengungkapkan, pria 38 tahun itu tampak sering tersenyum, ramah dan berperawakan kurus.

Selama empat persidangan terpisah, Reynhard sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atau simpati terhadap korban.

Ia selalu mengatakan bahwa semuanya "dilakukan atas dasar suka sama suka". Ia juga mengeklaim bahwa apa yang ia lakukan bersama korban adalah bagian dari "fantasi seksual".

Predator seksual setan

Hakim Suzanne Goddard dalam putusannya pada Senin (06/01) menggambarkan Reynhard sebagai "predator seksual setan" yang tidak menunjukkan penyesalan.

Foto/Facebook

Usai mendengar putusan tersebut, Reynhard terlihat tidak bereaksi.

Lebih lanjut Goddard mengatakan para korban yang menyebut Reynhard monster adalah gambaran yang tepat dan memuji "keberanian" para korban yang memberikan kesaksian di pengadilan.

Pejabat dari unit kejahatan khusus, Kepolisian Manchester Raya, Mabs Hussain, menyebutkan perkosaan berantai ini adalah "kasus perkosaan terbesar dalam sejarah hukum Inggris".

Hussain juga mengatakan, "Reynhard Sinaga adalah individu bejat, yang mencari sasaran pria yang rentan yang tengah mabuk setelah keluar malam."

Modus operandi yang dilakukan Reynhard, menurut Kepolisian Manchester Raya, adalah mengajak korban yang tampak rentan setelah mabuk, atau tersesat di seputar tempat tinggalnya, di kawasan ramai di Manchester, Inggris.

Reynhard kemudian memasukkan obat GHB (gamma hydroxybutyrate), obat bius yang dicampur ke dalam minuman keras lalu disuguhkan kepda korban.

Happy dan tenang

Gulfan Afero, koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI London, mengatakan pihaknya pertama dikontak polisi Manchester pada 5 Juni 2017 setelah Reynhard dikenai dakwaan.

Pihaknya kemudian mendapatkan izin untuk bertemu dengan Reynhard di penjara satu minggu kemudian.

Gulfan mengatakan pihak KBRI selanjutnya mengikuti proses pra-pengadilan bersama orang tua Reynhard, serta proses sidang selanjutnya sampai pengadilan tahap empat pada pertengahan Desember 2019.

Menurutnya, sejak awal KBRI mendampingi Reynhard untuk memastikan ia mendapat keadilan dalam menghadapi kasusnya.

Ia juga mengatakan beberapa kali bertemu dengan Reynhard di penjara dan sempat berbicara "dari hati ke hati".

"Dia mengakui dia gay, dan dia memang menyatakan dari hati ke hati ke saya, dia melakukan hubungan seks dengan kurang lebih 200 orang dalam kasus ini," kata Gulfan.

Gulfan Afero juga mengatakan bahwa sejak awal pihak KBRI berkomunikasi dengan keluarga Reynhard.

"Reynhard digambarkan [pihak keluarga] sebagai anak yang baik, rajin beribadah, rajin ke gereja. Di sisi lain, Reynhard cerdas, lulusan arsitektur, dua magister di Universitas Manchester dan S3 di universitas Leeds," kata Gulfan.

Kondisi Reynhard, menurut pejabat konsuler KBRI, Gulfan Alfero, tidak menunjukkan stres.

"Saya tiga kali bertemu [di penjara], Reynhard tak terlihat dalam kondisi stres. Dia happy, sehat, tenang, dia tahu kasus yang dihadapi. Dia tidak menyampaikan penyesalan karena dia menyatakan tidak bersalah dan tidak merasa terbebani atas kasusnya. Dia terlihat biasa biasa saja," kata Gulfan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini