Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Didukung Kementan, Barito Kuala Siap Jadi Penyangga Pangan di Ibu Kota Baru

Wilda Fajriah , Jurnalis-Rabu, 08 Januari 2020 |18:18 WIB
Didukung Kementan, Barito Kuala Siap Jadi Penyangga Pangan di Ibu Kota Baru
dok: Kementan RI
A
A
A

BATOLA - Hari ini, genap 60 tahun kabupaten Barito Kuala (Batola) di Kalimantan Selatan. Sebagai wujud syukur atas kemajuan di Batola, dilakukan perayaan HUT Batola yang dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, anggota Komisi V DPR Dapil Kalimantan Selatan, Bupati/Walikota se Kalimantan Selatan, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kepala Balai Besar Pengembangan dan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMBTPH) Ditjen Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Transmigrasi, Forkumpimda dan Kepala OPD serta masyarakat Kabupaten Batola.

Dalam sambutanya Noormiliyani Bupati Batola mengharapkan dukungan dari Gubernur Kalimantan Selatan dan Kementerian terkait untuk membangun wilayah ini untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

ist

Sahbirin Noor Gubernur Kalimantan Selatan pun minta seluruh Bupati dan Walikota untuk mendukung Provinsi ini dapat berperan sebagai penyangga kebutuhan pangan untuk ibukota Indonesia yang baru di Kalimantan Timur. Batola ini kan dekat dengan calon ibukota baru, dengan melihat potensi produksi pangan kita tentu kita harap bisa menjadi pemasok bagi kebutuhan di Kalimantan Timur nantinya,” ujar Sahbirin Noor, Rabu (8/1/2020).

Warjito, Kepala BBPPMBTPH Kementerian Pertanian yang turut hadir saat itu mendukung apa yang dicita-citakan Bupati Batola. Kami dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan selama lima tahun terakhir dari tahun 2015 sampai 2019 telah memberikan bantuan untuk Kabupaten Batola.

“Untuk alsintan saja jika ditotal ada 108 unit, rinciannya ada combine harvester sebanyak 64 unit, power threser 25 unit, dryer UV 1 unit, RMU 13 unit dan corn sheller 6 unit. Bantuan untuk saprodi pun demikian kami berikan dalam rangka mendukung peningkatan produksi pangan di Batola ini, tandas Warjito.

Ke depannya, Warjito menyebutkan apa yang menjadi pesan Dirjen Tanaman Pangan Suwandi bahwa kita akan mengembangkan pangan berbasis korporasi di kawasan.

“Jadi programnya nanti namanya Propaktani yang akan terintegrasi dari hulu sampai hilir. Korporasi ini akan dikelola oleh unit manajer professional di cluster kawasan seluas 500 ha,terpadu dari hulu sampai hilir,” ungkapnya.

Warjito mengatakan sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk mengembangkan Kostratani di tiap kecamatan sebagai basis gerakkan berbagai program di lapangan, diantaranya program ProPaktani sehingga mampu meningkatkan produksi minimal 7 persen dan ekspor nya tiga kali lipat.

”Saya harap Batola nanti juga bisa mengaplikasikan program Ditjen Tanaman Pangan ini untuk mendongkrak nilai tambah dan orientasi ke depan ekspor tiga kali lipat untuk pertanian yang maju, mandiri dan modern,” pungkas Warjito. (cm)

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement