KINSHASA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan jumlah warga Kongo yang meninggal akibat wabah Campak melampui 6 ribu jiwa.
WHO mengatakan epidemi di Kongo adalah yang terbesar di dunia dan bergerak paling cepat.
Laporan BBC, Rabu 8 januari 2020 yang mengutip mengutip WHO menyebutkan sekitar 310.000 kasus campak diduga telah dilaporkan sejak awal 2019.
Pemerintah Kongo dan WHO meluncurkan program vaksinasi darurat sejak September 2019. Bahkan sudah lebih 18 juta balita divaksinasi di seluruh Kongo sejak 2019.
Namun infrastruktur yang buruk, serangan terhadap pusat-pusat kesehatan oleh gerilyawan dan kurangnya akses ke perawatan kesehatan menghambat upaya untuk menghentikan penyebaran wabah campak.