Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi Ingin Dubes Berperan sebagai Duta Ekspor Produk Indonesia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 09 Januari 2020 |13:43 WIB
Jokowi Ingin Dubes Berperan sebagai Duta Ekspor Produk Indonesia
Presiden Jokowi bersama para duta besar. (Foto: Biro Pers Setpres)
A
A
A

Selain Afrika, Jokowi melihat negara-negara di Asia Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur juga memiliki potensi besar. Maka itu, ia meminta para dubes yang bertugas di negara tersebut bisa mengidentifikasi peluang yang ada.

"Perintahkan staf-staf yang berkaitan dengan ini untuk melihat, untuk mencari tahu, mencari data, siapa yang memerlukan, jumlahnya berapa, namanya siapa. Semuanya harus teridentifikasi dan kita tahu betul," sambungnya.

Baca juga: Jokowi: Natuna adalah Simbol Indonesia! 

Jokowi memaparkan, saat ini kualitas produk-produk Indonesia sudah lebih kompetitif dibanding produk-produk China. Ia menilai produk Tanah Air tidak perlu takut jika harus berkompetisi dengan produk lainnya di pasar global.

Dia ingin tujuan besar dari diplomasi ekonomi dengan menjadikan dubes sebagai duta ekspor adalah untuk membangun kepercayaan dari negara-negara lain. Oleh karena itu, Jokowi ingin agar para dubes mencurahkan 70–80 persen dari aktivitasnya pada diplomasi ekonomi.

"Tadi saya sampaikan bahwa diplomasi ekonomi ini menempati 70–80 persen, apa yang harus kita pikirkan dan kita curahkan. Sisanya silakan isi dengan kegiatan-kegiatan yang lainnya yang berkaitan mungkin dengan pariwisata, diplomasi perdamaian, diplomasi kedaulatan. Karena ke depan yang ingin kita bangun itu kepercayaan, itu yang ingin kita bangun," jelasnya.

Baca juga: Disumpah di Depan Jokowi, Daniel dan Suhartoyo Resmi Jadi Hakim MK 

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu stabil berada di atas 5 persen dalam lima tahun terakhir bisa menjadi modal bagi para dubes untuk mempromosikan Indonesia. Tidak hanya itu, inflasi yang terkontrol dan bahkan bisa turun dari 9 persen hingga sekarang di posisi 3 persen juga menjadi modal besar.

"Dua ini menjadi modal besar kita. Kenapa investasi negara lain menengok kita? Karena dua hal ini, dan mungkin angka-angka yang lainnya, angka kemiskinan, gini ratio. Tapi dua hal itu jangan kita enggak bisa bercerita mengenai turunnya inflasi, stabilitas growth yang kita miliki. Sering kita tidak tahu modal besar yang kita pakai dalam membangun trust negara kita," ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement