Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Suap Komisioner KPU Mencoreng Demokrasi Indonesia

Fahreza Rizky , Jurnalis-Jum'at, 10 Januari 2020 |10:48 WIB
Kasus Suap Komisioner KPU Mencoreng Demokrasi Indonesia
Wahyu Setiawan (Okezone.com/Heru)
A
A
A

JAKARTA – Wasekjen Partai Golkar Christina Aryani menilai penangkapan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus suap, telah mencoreng demokrasi di Indonesia.

"Wah ini benar-benar mencoreng demokrasi kita," katanya kepada Okezone, Jumat (10/1/2020).

Selaku peserta pemilu, Christina menaruh harapan besar kepada KPU selaku penyelenggara pesta demokrasi. Namun, kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran baginya. Karena itu, KPU mesti berbenah demi mengembalikan kepercayaan publik.

"Kami sebagai peserta pemilu sebelumnya berharap banyak pada KPU. Ini menimbulkan kekhawatiran luar biasa, jelas KPU harus berbenah dan berusaha keras untuk kembali menumbuhkan kepercayaan yang terciderai," terangnya.

KPK telah menetapkan Wahyu Setiawan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Penetapan tersangka dilakukan usai menggelar serangkaian pemeriksaan dan proses penyelidikan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement