Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terima Kunjungan Menlu Jepang, Jokowi Bahas Kerja Sama Ekonomi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Jum'at, 10 Januari 2020 |13:18 WIB
Terima Kunjungan Menlu Jepang, Jokowi Bahas Kerja Sama Ekonomi
Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu. (Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Setpres)
A
A
A

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat 10 Januari 2020. Ini merupakan pertama Motegi dalam kapasitas sebagai menlu Jepang setelah menjabat pada 11 September 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa Jepang merupakan salah satu mitra utama Indonesia dan berharap kerja sama kedua negara, terutama di bidang ekonomi, menjadi lebih erat.

Baca juga: Jokowi Ingin Dubes Berperan sebagai Duta Ekspor Produk Indonesia 

"Selamat datang di Jakarta dan selamat atas tugas baru sebagai menteri luar negeri. Sebagai menteri luar negeri dengan latar belakang ekonomi pasti akan memberikan banyak perhatian pada diplomasi ekonomi," ujar Jokowi, berdasarkan keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (10/1/2020).

Menlu Jepang Motegi Toshimitsu bertemu Presiden Jokowi. (Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Setpres)

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa Presiden Jokowi menekankan sejumlah prioritas kerja sama antara Indonesia dan Jepang.

"Pertama, kerja sama di bidang investasi, termasuk investasi untuk pengembangan pulau-pulau terluar, termasuk Kepulauan Natuna," ucap Retno.

Baca juga: Buka Raker Perwakilan RI, Jokowi Ingin Dubes Fokus Diplomasi Ekonomi 

Ia mengatakan, kerja sama Indonesia-Jepang dalam bidang tersebut bukan hal baru. Seperti di Natuna, kedua negara telah melakukan kerja sama pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Misalnya pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), peningkatan kapasitas nelayan, dan pengembangan pariwisata.

"Selain investasi di kepulauan-kepulauan terluar, investasi di bidang infrastruktur juga akan diteruskan," imbuh Retno.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement