Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Menjadi Penjaga Kamar Mayat Adalah Berkah Tuhan"

Adi Rianghepat , Jurnalis-Sabtu, 11 Januari 2020 |09:04 WIB
Okto Boimau tetap setia dengan pekerjaannya sebagai petugas kamar mayat (Foto: Okezone/Adi)
A
A
A

Puluhan ribu sudah jenazah yang dia tanganani dengan berbagai kondisi, jenis dan modelnya. Banyak pengalaman yang memicu kesan pun datang. Banyak pengalaman dan momentum yang tak bisa terlupakan. Salah satu di antaranya ketika harus menyatukan kembali tengkorak kepala pecah dan leher yang hampir putus dari seorang anggota polri karena sebuah kecelakaan maut.

"Semua itu menjadi pengalaman dan catatan panjang di lakon aksi saya ini," katanya.

Dari pengalaman itulah, ditambah dengan cara pandang saat melaksanakan tugasnya itu, Okto mengaku tak pernah sedikit atau sekalipun diganggu oleh 'para jenazah' itu. Bahwa ada pandangan banyak kalangan tentang makluk lain usai kematian seseorang, menurut Okto hanya sebuah mitos dan bahkan halusinasi.

"Tak pernah saya diganggu sedikitpun, itu hanya halusinasi orang saja. Kalau pun ada makluk lain, masa mau ganggu saya sedangkan saya sudah mengurusnya sejak memandikannya, memakaikan pakaian dan menyuntiknya. Kan tentu tidak mungkin karena saya sudah berlaku baik kan," katanya sedikit berseloroh.

Berbekal pengalaman dengan mengurus puluhan ribu jenazah itu, Okto Boimau lalu mendapatkan penghargaan dan sertifikasi dari Disaster Victim Identification (DVI), serta sertifikat Manajemen Pemulasaran jenazah.

"Saya bersyukur bisa dihargai dengan sejumlah sertifikat itu. Memang puluhan ribu sudah jenazah yang saya urus. Setahun rata-rata ada 1.000 lebih jenazah yang saya urus jadi bisa dihitung saja jumlahnya," katanya.

Jelang enam tahun Okto Boimau akan pensiun. Di titik ini, Okto Boimau berharap manajemen rumah sakit bisa mempertimbangkan untuk tidak memindahkan atau mengalih tugaskannya ke divisi atau bidang lain, selain hanya di IPJ karena itulah tugas yang diberikan negara melalui BKN kepadanya dengan SK yang ada. Dia berharap bisa purna tugas di posisi sebagai pengurus jenazah dan penjaga kamar jenazah di RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang, karena itulah panggilannya.

"Ini sudah jalan panggilan saya. Saya dipilih Tuhan untuk tugas ini dan biarlah saya selesaikan tugas saya hingga purna tugas," katanya bertutur.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement