JAKARTA – Anggota Komisi I DPR yang membidangi urusan pertahanan, TB Hasanuddin, mendukung rencana pembangunan pangkalan militer di beberapa wilayah, salah satunya di Natuna, Kepulauan Riau. Menurut dia, wacana ini sebetulnya sudah ada dalam rencana strategis (renstra) III TNI.
"Rencana pembangunan pangkalan militer di Natuna sudah menjadi bagian dari renstra III. Dulu sudah dilaksanakan berapa persen, tinggal program Pak Prabowo melanjutkan," kata TB Hasanuddin saat berbincang dengan Okezone, Senin (13/1/2019).
Baca juga: Cegah Kapal China Masuk ke Natuna, Pemerintah Harus Perkuat Diplomasi Bilateral
Dalam renstra tersebut, pembangunan kekuatan TNI meliputi pangkalan militer di Natuna (wilayah barat), Palu (wilayah tengah), dan Ambon (wilayah timur).
Ia mengatakan, di Natuna tidak hanya dibangun pangkalan militer, tetapi juga penguatan komponen lainnya, semisal pembangunan bandara militer dan penguatan kemampuan tiga matra secara integral.
Sementara di wilayah Palu dan Ambon, lanjut dia, rencananya dibuat pangkalan kapal selam sebagai bentuk penguatan matra Angkatan Laut (AL). "Tapi tentu besarannya berdasarkan kemampuan operasional yang dipakai," imbuhnya.
Baca juga: Akademisi Curiga Nelayan Pencuri Ikan di Natuna Militer China yang Menyamar
Mantan Sekretaris Militer Presiden Megawati Soekarnoputri itu mengatakan rencana membangun pangkalan militer sesungguhnya bukan sesuatu yang baru. Pasalnya, hal tersebut sudah ada dalam renstra III TNI, jauh sebelum insiden kapal China masuk ke Perairan Natuna.
"Jadi bukan baru kalau saya melihatnya. Pak Prabowo melanjutkan program itu," jelas TB Hasanuddin.
Ia menambahkan, pembangunan kekuatan TNI sebagaimana dalam renstra sedang direalisasikan. Maka itu, Komisi I DPR bakal memberikan dukungan dari sisi politik anggarannya.
"Sedang direalisasikan dan kemudian itu kan multiyears, ya kita dukung anggarannya sampai selesai sesuai dengan minimum essential force (MEF)," ucap dia.