"Tahun lalu kita mengimplementasikan program B-20 di mana pada seluruh produk bahan bakar diesel kita harus mengandung minimal 20 persen minyak kelapa sawit bio diesel. Kebijakan ini menghemat anggaran impor bahan bakar sebesar US$ 3,4 miliar dan mengurangi 8,9 miliar ton emisi karbondioksida," ucapnya.
Kepala Negara mengatakan, pihaknya telah meluncurkan program B-30 tahun ini yang akan lebih menghemat lagi anggaran impor bahan bakar dan lebih menurunkan lagi emisi gas rumah kaca.
Baca Juga : Pidato di Abu Dhabi, Jokowi Pamerkan Berbagai Keunggulan Ibu Kota Baru
Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah Indonesia akan terus merestrukturisasi sistem energinya, sehingga memenuhi tantangan akan kelestarian lingkungan.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.