Heboh Keraton Agung Sejagat Purworejo, Klaim Miliki Kekuasaan Seluruh Dunia

Taufik Budi, iNews.id · Senin 13 Januari 2020 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 13 512 2152471 heboh-keraton-agung-sejagat-purworejo-klaim-miliki-kekuasaan-seluruh-dunia-lFWmA71EdB.jpg Keraton Agung Sejagat mengklaim miliki aset seluruh dunia (Foto: Ist)

PURWOREJO - Jagat maya dihebohkan dengan keraton baru yang mendadak berdiri di Purworejo Jawa Tengah. Terlebih, kerajaan dengan nama Keraton Agung Sejagat itu mengklaim memiliki daerah kekuasaan seluruh negara di dunia.

Keraton yang berdiri di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo itu dipimpin oleh seorang raja bergelar Rangkai Mataram Agung. Sebagai pendamping adalah istrinya yang biasa dipanggil Kanjeng Ratu.

Santernya kabar keraton baru itu kemudian direspons oleh Sang Raja untuk mengumpulkan awak media. Dalam jumpa pers di ruang sidang keraton, tampak Sang Raja yang biasa dipanggil Sinuhun dan bernama asli Totok Santosa Hadiningrat. Ada pula istrinya Kanjeng Ratu yang memiliki nama asli Dyah Gitarja.

Keraton Agung Sejagat

"Keberadaan kami ini untuk menunaikan janji 500 tahun sejak runtuhnya Kerajaan Majapahit, yaitu pada 1518," jelas Totok kepada awak media.

Menurutnya, Keraton Agung Sejagat itu untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Tanah Jawa. Dia pun mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia.

Bahkan, dia menyebut United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan bagian dari kerajaannya. Selain itu, dia mengaku memiliki tugas mengubah semua sistem negara di dunia, baik dalam bidang keuangan, politik, pemerintahan, dan sebagainya.

Keraton Agung Sejagat

"Keraton Agung Sejagat (KAS) memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa. Memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN). Keraton Agung Sejagat juga memiliki International Court of Justice dan Defense Council. Pentagon ini Dewan Keamanan KAS, bukan milik Amerika," tandasnya.

Keraton Agung Sejagat kini memiliki 425 pengikut setia. Mereka juga mengenakan pakaian kebesaran masing-masing berupa setelan warna hitam, lengkap dengan topi dan selempang kuning yang melilit dari pundak ke pinggang.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini