Perempuan China yang Hidup Hanya Makan Beras dan Cabai demi Bantu Adik Meninggal Dunia

Rabu 15 Januari 2020 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 18 2153062 perempuan-china-yang-hidup-hanya-makan-beras-dan-cabai-demi-bantu-adik-meninggal-dunia-t2ODGD3bhE.jpg Wu Huayan berusia 24 saat meninggal. (Foto/BBC)

GUIYANG - Seorang mahasiswa perempuan yang bertahan hidup dengan dua yuan (sekira Rp3.000) setiap hari selama setahun untuk membantu adiknya telah meninggal dunia.

Wu dibawa ke rumah sakit lantaran ada keluhan pada pernapasannya pada Oktober 2019. Sumbangan dari berbagai daerah mengalir untuk membiayai pengobatannya.

Saat masih hidup, Wu bercerita kepada Chongqing Morning Post  bahwa dia menghubungi media untuk meminta bantuan setelah ayah dan neneknya meninggal dunia lantaran mereka tidak punya uang untuk berobat.

Baca juga: Pelajar Ini Hidup Bermodal Rp3.000 Sehari Selama Lima Tahun

Adik laki-lakinya, yang identitasnya tidak diungkap, mengatakan kepada Beijing Youth Daily bahwa sang kakak berusia 24 tahun saat meninggal dunia.

Kisah Wu

Mengutip BBC, Rabu (15/1/2020) Wu dan adiknya adiknya berasal dari Guizhou, salah satu provinsi termiskin di China. Tinggi Wu hanya 135 cm, beratnya tidak lebih dari 20 kg.

Wu kehilangan ibunya ketika dia berusia empat tahun dan ayahnya meninggal ketika dia masih di sekolah.

Dia dan saudara lelakinya kemudian dirawat oleh nenek mereka, dan kemudian oleh seorang paman dan bibi yang hanya bisa membantu memberikan mereka dengan 300 yuan (sekira Rp590 ribu) setiap bulan.

Sebagian besar uang itu digunakan untuk biaya pengobatan adik lelakinya, yang memiliki masalah kesehatan mental.

Ini berarti Wu hanya menghabiskan 2 yuan sehari untuk dirinya sendiri, bertahan hidup sebagian besar dari cabai dan beras.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini